Management of Trigona sp Honey Bee Business by Social Forestry Business Group (KUPS) Tugurara, Tubo Village, Ternate City
Keywords:
Management, Honey Bees, Trigona Sp, KUPSAbstract
This study aims to determine the management of Trigona sp honey bee businesses by KUPS Tugurara and to identify the obstacles faced by KUPS Tugurara in Tubo Village, Ternate City. This research was conducted at the UPTD KPH Ternate Tidore in Maliaro Village and KUPS in Tubo Village, Ternate City, from December 2024 to February 2025 to determine the management of the trigona sp honey bee business carried out by KUPS Tugurara in Tubo Village, Ternate City. Three informants were interviewed: the head of KPH (Forest Management Unit) Ternate Tidore, the chairperson of KUPS (Social Forestry Business Group), and an extension worker. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The types of data used were primary and secondary data. The data collected was analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of this study show that the management of the Trigona sp honey bee business by KUPS Tugurara includes: first, planning, starting from potential identification, market research, and marketing strategies. Second, implementation, including procurement, maintenance, harvesting, and post-harvesting. Next is monitoring, which includes aspects of colony condition, hive suitability, and feed availability. The last is evaluation, which includes aspects of production volume of 10 bottles, product type, namely Trigona sp honey bees, good hive condition, and feed availability with 5 types of flowering plants around the production house area, KUPS income is IDR 500,000/year, there are 7 workers, management period is 2 years, production facilities, and the main obstacle is that the product has not been approved by BPOM.
References
Abdullah, 2008. Pembuatan Jerami Padi Amoniasi Sebagai Sumber Pakan Ternak Potensial Di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba, Program penerapan IPTEKS, [Kamis, 20 Oktober 2011].
Adi Fahrudin. (2012). Pengantar kesejahteraan sosial. Bandung: Refika Aditama.
Al Fady, M.F. (2015). Madu dan Luka Diabetik. Yogyakarta: Gosyen Publishing
Anonymous, 2012. Green Education Centre. http:// budidaya-sorgum.html Diakses tanggal 30 Juni 2012.
Bambang Widjajanta & Aristanti Widyaningsih, 2007. Ekonomi & Akuntansi: Mengasah Kemampuan Ekonomi, CV. Citra Praya: Bandung
Conor. 1974. Monitoring Pekerjaan. Yogyakarta
Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan, 2014, Penghitungan Deforestasi Indonesia periode 2012-2013, Kementerian Kehutanan : Jakarta
Djajono, A. 2010. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Salah Satu Jalan Resolusi Konflik, Prakondisi Penyiapan Implementasi REDD. Warta Tenure (8): 2-4.
Ekawati, (2014). Bab iii terobosan penting melembagakan KPH dalam pengelolaan hutan di Indonesia. Jogyakarta: pt kanikus.
Fatoni, A. 2008. Pengaruh propolis Trigona spp asal Bukittinggi terhadap beberapa bakteri usus halus sapi dan penelusuran komponen aktifnya [Tesis]. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Free, J.B. 1982. Bees and Mankind. George Allen & Unkwin, London.
Gojmerac, W. L. 1983. Bee, Bee Keeping, Honey dan Pollination. Avi, Westport.
Guntoro, Y. P. 2013. Aktivitas dan Produktivitas Lebah Trigona Laeviceps di Kebun Polikultur dan Monokultur Pala (Myristica fragrans) [Thesis]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Handadahri, T. 2014. KPH sebagai kelembagaan ideal kehutanan: konsep versus realitas. Banten. Wana aksara.
Handoko, T. Hani. 1995. Manajemen. BPFE: Yogyakarta.
Karsudi, Rinekso, S. Dan Kartodihadjo, 2010. Model Pengembangan Kelembagaan Pembentukan Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Di Provinsi Papua. JMHT Vol. XVI,(2) : 92 – 100, Agustus 2010. Bogor.
Kartasasmita, G.1996. Pembangunan untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta : CIDES
Kullenberg, G. 2010. Human Empowerment : Opportunities from Ocean Governance. Ocean & Coastal Management, 53 : 405 - 420.
Kusumahadi, Meth. 2007. Warga Berdaya, Catatan Perjalanan Tentang Desa. Satu. Nama, Yogyakarta.
Lamerkabel, J., 2009. Lebah Madu Hasil Hutan Ikutan dan Ternak Harapan. http://www.freewabs.com. Last Uptuded on Sunday,
Martapani, A. N., Fauzi, H., & Naparin, M. (2021). Dampak Hutan Kemasyarakatan Terhadap Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Pada Masyarakat Peduli Gambut Sukamaju, Kph Kayu Tangi). Jurnal Rimba Lestari, 1(1), 36–46. https://doi.org/10.29303/rimbalest ari.v1i1.387
Munandar. 2013. Budgeting : Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja. Yogyakarta : BPFE – YOGYAKARTA
Nelli., 2004. Waktu Pencarian Serbuk Sari Lebah Pekerja Trigona spp. (Apidae: Hymenoptera) [skripsi]. Bogor: Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.
Nugroho B, Hariadi K dan Soedarso S. 2013. Pola pengelolaan badan layanan umum daerah menuju kemandirian KHP. Direktorat Wilayah Pengelolaan Dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Direktorat Jenderal Planologi. Kementerian Kehutanan.
Rakatama, A., & Pandit, R. (2020). Reviewing social forestry schemes in Indonesia: Opportunities and challenges. Forest Policy and Economics, 111(1), 102052. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2019.102052
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007 Jo Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2008 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia
Samah, A. A., & Aref, F. (2009). Empowerment as an Approach for Community Development in Malaysia. World Rural Observation, 1 (2) , 63-68.
Sihombing, D. T. H. 1997. Ilmu Ternak Lebah Madu. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Sihombing, D. T. H. 2005. Ilmu Ternak Lebah Madu. Cetakan kedua. Gajah Mada University Press, Yogyakarta
Singh, S. 1962. Bee Keeping in India. Indian Council Agricultural Research, New Delhi.
Soesilawati, H dan Kuntadi. 2007. Kearifan Tradisional Dalam Budidaya Lebah Hutan (Apis dorsata). Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta
Suharti, S., K.L. Ginoga, Murniati, D. Octavia, A. Windyoningrum. 2017. Langkah strategis menuju percepatan realisasi capaian program perhutanan sosial. Policy Brief 11 (08) 2017. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan, dan Perubahan Iklim.
Suprayitno, A. (2008 ). Pelibatan Masyarakat Lokal : Upaya Memberdayakan Masyarakat Menuju Hutan Lestari. Jurnal Penyuluhan. 4 (2) , 135-138.
Suradiredja D, Hakim ER, Pramaria A, dan Santoso W. 2017. Sejarah Perhutanan Sosial, antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian fungsi kawasan hutan. Manusia dan Lingkungan. 22(3):341.
Suwarno, E. 2015. Apakah KPH dapat memperbaiki tata kelolah hutan Indonesia? Wahana forestra: jurnal kehutanan volume 10, no 2. Universitas lancang kuning,.pekan baru.
Totok Mardikanto, Poerwoko Soebiato. 2015. Pemberdayaan Masyarakat, Bandung: Alfabeta.
Winarto, B. 2006. Kamus Rimbawan. Yayasan Bumi Indonesia Hijau. Jakarta.
Wulansari, D. (2018). Madu Sebagai Terapi Komplementer. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Delyana Abbas, Tamrin Salim, Wiwin Failysa Putri , Muhammad Julham

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







