Implementation of Forest and Land Rehabilitation by The Forest Management Unit of Ternate – Tidore In Moti District of Ternate City
DOI:
https://doi.org/10.52046/agrikan.v18i2.2625Keywords:
Forest and Land, Rehabilitation, Community Forest, KPHAbstract
This research aims to examine the implementation of Forest and Land Rehabilitation (FLR) by the Forest Manegement Unit (FMU) of Ternate – Tidore and to identity the challenges faced in carrying out FLR activites in Moti District from January to March 2025. The specific objective is to determine the implementation of FLR conducted by the FMU of Ternate – Tidore in Moti District. Research informants consisted of three individuals: the Head of FMU Ternate – Tidore, the leader of the Tanjung pura Forest Farmer Group, and the leader of the Gamma Cahaya Forest Farmer Group. Data collected were analyzed using a qualitative descriptive method. The results showed that the implementation of FLR included the following stages : planning (indentification of critical land, socialization, estabilishment of forest farmer groups, preparation of technical plans), preparation (provision of seedings, supporting facilitiens, construction of huts and sinnboards), implementation ( nutmeg and mangrove planting according to the technical plan), maintenance ( replanting, fertilization, and plant protection), as well monitoring and evaluation carried out by FMU Ternate – Tidore. Challenges encountered included unpredictable weather conditions, livestock distrurbances, and the lack of community awareness regarding the importance of forest and land rehabilitation.
References
Adelismula, R.J., Witarto, A.B. 2020. Pemberdayaan masyarakat berbasis agroforestri berbasis partisipatif. Jurnal EKSIS Stie Indocakti Malang. 12(1):1-14.
Bella, H.M., Rahayu, S. 2021. Alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian di Desa Berawang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan. 2(1): 88–91.
Brown, H. Douglas, 1994. Principle of Language Learning and Teaching, Third edition. United State America. Pretince Hall Regent.
Dassir, M. 2008. Resolusi konflik pemanfaatan lahan masyarakat dalam Kawasan Hutan di Kabupaten Luwu Timur. Jurnal Hutan dan Masyarakat. 3(1): 1-10.
Departemen Kehutanan. 2009. Peraturan Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan Dan Perhutanan Sosial Tentang Pedoman Monitoring Dan Evaluasi Daerah Aliran Sungai. Jakarta: Departemen Kehutanan Republik Indonesia. 8 hal.
Departemen Kehutanan. 2001. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 52/KptsII/2001 tentang Pedoman Penyelenggaran Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Kantor Direktorat Jenderal Rehabilitas Lahan dan Perhutanan Sosial. Jakarta.
Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan dan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, 2011, Penghitungan Deforestasi Indonesia Periode 2006- 2009, Kementerian Kehutanan : Jakarta.
Dako, F. X. 2019. Rancangan pembangunan hutan rakyat di Indonesia. Jurnal Partner Politeknik Pertanian Negeri Kupang, 19(1), hal. 73–82.
Djajono Ali. (2018). Peran Strategis Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Agroindonesia maret 2018.
E., & Hidayat, L. 2017. Pengelolaan Lingkungan Areal Tambang Batubara (Studi Kasus Pengelolaan Air Asam Tambang (Acid Mining Drainage). PT. Bhumi Rantau (Vol.1). jurnal ADHUM vol VII No.1, Januari 2017
Early, A. Kaskoyo, H. Febryanto, I.G, Banuwa, I.S. 2019. Pengelolaan Hutan Rakyat di Kabupaten Tulung Bawang Barat. Jurnal Sylva Lestari. 7 (1). hal 42-50.
Ekawati. (2014). Bab Ii Operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (Kph) Langkah Awal Menuju Kemandirian. Yogyakarta: Pt Kanisius
Fatmawati. 2020. Analisis Tingkat Keberhasilan Pelaksanaan Reboisasi Hutan dan Lahan (RHL) di Desa Parigi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. [Skripsi]. Makassar (ID). Universitas Muhammadiyah Makassar. FWI/GFW. 2001. Keadaan Hutan Indonesia. Bogor (ID). Forest Watch Ind
FAO. 2000. Global Forest Resources Assessment 2000 – main report. FAO Forestry Paper No. 140. Rome. www.fao.org/docrep/004/y1997e/y1997e0 0.html.
Fietri, & Ilham. 2021. Monitoring: Siklus Kegiatan Pengumpulan dan Analisis Informasi. Jurnal Monitoring dan Evaluasi, 5(2), 25-35. https://doi.org/10.1234/jmee.v5i2.12345
Hadawiah, B. S., Idris, M. H., & Hidayati, E. (2023). Analisis Vegetasi Dan Persepsi Masyarakat Terhadap Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL): (Studi Kasus Di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur). Jurnal Hutan Tropika, 18(1), 33–44.
Ismail, Muhammad dkk. 2016. “Sistem Akuntansi Pengelolaan Dana Desa”. Jurnal Volume XIX No. 2 ISSN 1979 – 6471. Surakarta : Universitas Sebelas Maret.
Irundu, D., Arafat, A. & Rahmania, R. (2018). Nilai Ekonomi Langsung Berbagai Sistem Pengelolaan Hutan Rakyat di Desa Mirring, Kab. Polewali, Sulawesi Barat. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 10(1),185-191.
Jariyah N.A. (2014). Partisipasi Masyarakat dalam Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) di Sub DAS Keduang, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, Vol. 11, No. 3: 211-221.
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2015).Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) 2014,Jakarta.
Kartodihardjo, Hariadi dkk. 2011. Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Berkelanjutan
Larasati, H. N., Supriono, B. dan Meiganati, K. stin B. 2019 . Kontribusi Hutan Rakyat Pola Agroforestry Terhadap Pendapatan Masyarakat ( Studi kasus : Desa Terong , Kecamatan Dlingo , Kabupaten Bantul , Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ),” Jurnal Nusa Sylva, 19(1), hal. 1–9.
Marcos, C. (2021). Unit One : the Concepts of Test , Measurement , Assessment and Evaluation in Education. Education, 2021(Pde 105).
Musdi, Hardjanto dan Sundawati. L. 2020. Kontribusi Hutan Rakyat Terhadap Pendapatan Petani di Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. jurnal Penelitian Kehutanan Bonita. 2. hal. 1 – 7
Mulyadi, 2015, Implementasi Organisasi, Yogyakarta, Gadjah Mada Univercity Press.
Nawir, Ani Adiwinata, dkk. 2008. Rehabilitasi Hutan di Indonesia: Akan Kemanakan Arahnya Setelah Lebih dari Tiga Dasa Warsa. Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor.
ND. Njurumana, Gerson. dan Dwi Prasetyo, Budiyanto. 2010. Lende Ura, Sebuah Inisiatif Masyarakat Dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan Di Sumba Barat Daya. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan. Vol. 7 No. 2: 98-99.
Nasruddin, N., Febrian, G.M.S., Rukmana, A.D., Indra, M. 2020. Alih fungsi lahan kawasan hutan lindung (Studi di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru). Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi. 2(2): 228-234.
Nilasari, A., Murtilaksono, K., Soetarto, E. 2017. Tipologi konflik kawasan hutan pada proses penataan batas di wilayah Pulau Bangka. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan. 5(3): 176-183.
Pakpahan, D.A. 2021. Penyelesaian konflik kawasan hutan dan alih fungsi menjadi perkebunan. Begawan Abioso. 12(1): 1-14.
Pambudi, T.A, Malik, A. Alam.A.S. 2019. Persepsi masyarakat terhadap kegiatan rehabilitasi hutan lindung di Desa Sarumbaya Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala. Jurnal Warta Rimba. 7(1): 81-187.
Pertiwi, R. Suci. (2016). Rehabilitasi-Hutan-Di-Kecamatan-Peranap. RehabilitasiHutan-Di-Kecamatan-Peranap, 3(2), 1–15.
Purwanti, N., Rahim, S., Hamidun, M. S. 2022. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) Di Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Belantara. 5(1): 72-80.
Purwawangsa, H., Oktaviarini, M. dan Mutaqin, F. 2021. Di Kabupaten Bogor The Analysis of Private Timber Marketing in Bogor District,” 12(2), hal. 51–59.
Ratmiko dan Atik Winarsih. 2005. Manajemen Pelayanan. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Rusyana, N., Murtilaksono, K. dan Omo Rusdiana. 2020. Analisis Potensi Hutan Rakyat dalam Mendukung Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi. Journal of Regional and Rural Development Planning, 4(1), hal. 14–30. doi: 10.29244/jp2wd.2020.4.1.14-30.
Sanjaya, R., Wulandadri, C dan Herwanti, S. 2017. Evaluasi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) pada Gabungan Kelompok Tani Rukun Lestari Sejahtera di Desa Sindang Pagar Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Sylva Lestari. 5(2): 30–42.
Soemarwoto, Otto. 2003. Analisis mengenai dampak lingkungan. Gajah Mada University Press: Yogyakarta
Syahida, Agung, Bayu. 2014. Implementasi Perda Nomor 14 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Sampah Di Kota Tanjungpinang (Study Kasus Di Kelurahan Tanjung Unggat).
Suprapto, E. (2010). Hutan Rakyat: Aspek produksi, ekologi dan kelembagaan. Lembaga ARuPA, Yogyakarta.
Senoaji, G., Hidayat, M.F., Iskandar, I. 2019. Resolusi konflik tenurial pemanfaatan kawasan hutan di hutan lindung Rimbo Donok Kabupaten Kepahiyang (The tenurial conflicts resolution of utilization of forest areas in protected forests Rimbo Donok Kepahiang District). Jurnal Manusia dan Lingkungan. 26(1): 28-35.
Taufik, Mhd. dan Isril. 2013. Implementasi Peraturan Daerah Badan Permusyawaratan Desa. Jurnal Kebijakan Publik, Volume 4, Nomor 2.
Tahir, 2014, Kebijakan Publik dan Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Bandung : Alvabeta
Taher, T.M. 2017. Kayu Hutan Rakyat di Desa Cisampih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten (Kasus Pada Kayu Diameter 10 - 15 cm). Skripsi . Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Wahono, 2002, Budidaya Tanaman Jati (Tectona grandis L. F), Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Kapuas Hulu, Putussibau.
Winarno B. (2014). Kebijakan publik: teori, proses, dan studi kasus. Yogyakarta: CAPS (Center of Academic Publishing Service)
yusuf, M. dkk. 2020. Stragtegi Pengelolaan Hutan Rakyat di Kabupaten Maros. Community Forest Management Strategy in Maros District Muhammad Yusuf. St. Subaedah 2. Saida 2. 4 (2) hal. 65 -78
Zainal, L. ., Tjoneng, A. dan Numba, S. 2019. Strategi Pengelolaan Hutan Rakyat di Kabupaten Sinjai (People’s Forest Management Strategy in Sinjai District). Jurnal Agrotek, 3(1), hal. 10–23.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Nurjana Abdul Salam, Tamrin Salim , Wiwin Failysa Putri , Muhammad Julham

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







