The Form of Utilization of Environmental Services Through Gamalama Ecotourism by the Social Forestry Group in Moya Sub-District, Ternate City

Authors

  • Asma Santri Universitas Nuku, Indonesia
  • Tamrin Salim Universitas Nuku, Indonesia
  • Wiwin Filysa Putri Universitas Nuku, Indonesia
  • Muhammad Julham Universitas Nuku, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52046/agrikan.v18i2.2623

Keywords:

Environmental Services, Ecotourism, Social Forestry, Kups Cahaya Gamalama

Abstract

This study aims to examine the utilization of environmental services through ecotourism activities carried out by the Cahaya Gamalama Social Forestry Business Group (KUPS) in Ternate City. The main focus of this study is how this group manages the potential of environmental services to support nature conservation while improving the welfare of the surrounding community. The objectives of this study are to identify the forms of environmental service utilization through Gamalama ecotourism by KUPS Cahaya Gamalama and to identify the obstacles to environmental service utilization through Gamalama ecotourism by KUPS Cahaya Gamalama. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results of this study indicate that KUPS Cahaya Gamalama utilizes environmental services in the form of natural beauty, cool air, and environmental education potential through nature tourism activities such as hiking trails, educational camping, and locally-based tour guides. This utilization has a positive impact in terms of environmental conservation, strengthening the local economy, and increasing public awareness of the importance of preserving the Gamalama mountain ecosystem. However, the development of ecotourism still faces challenges such as limited facilities, human resource capacity, and policy support. Therefore, synergy between the community, government, and private sector is urgently needed to achieve sustainable ecotourism management.

Author Biographies

Asma Santri, Universitas Nuku

Program Studi Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian Dan Kehutanan, Universitas Nuku, Tidore, Indonesia

Tamrin Salim, Universitas Nuku

Program Studi Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian Dan Kehutanan, Universitas Nuku, Tidore, Indonesia

Wiwin Filysa Putri , Universitas Nuku

Program Studi Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian Dan Kehutanan, Universitas Nuku, Tidore, Indonesia

Muhammad Julham , Universitas Nuku

Program Studi Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian Dan Kehutanan, Universitas Nuku, Tidore, Indonesia

References

Ekawati, S. 2014. Apakah Yang Dimaksud Dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Dalam Buku Operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) : Langkah Awal Menuju Kemandirian. Yogyakarta: PT. Kanisius.

Fauzi. 2006. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Alfitri. 2011. Community Development Teori dan Aplikasi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

TTO. 2003. Philipine Set of Criteria and Indicator for Sustainable Forest Management. Manual and Reporting Framework.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Bisnis, Penerbit Alfabeta. Hal 64-482 Diakses pada tanggal 7 Desember 2019

Sriyanto. 2007.Kondisi Lingkungan Hidup di Jawa Tengah dan Prospek Pembangunan ke Depan. Semarang:Geografi

Suprayitno. 2008. Teknik Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam. Bahan Bacaan. Pusat Diklat Kehutanan. Bogor.

Soejono. (1999). Metode Penelitian: Suatu Pemikiran dan Penerapan. Jakarta: PT Rineka Cipt

uwantoro. (1997). Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta : Penerbit Andi. Systematic Linkange. Gramedia: Jakarta.

Suyanto.S dan N.Khususiyah.2006. Imbalan Jasa Lingkungan Untuk Pengentasan Kemiskinan. Junal Agro Ekonomi Vol. 24. No. 1, Mei 2006:95-113.

Sutopo, M. F. 2011. Pengembangan Kebijakan Pembayaran Jasa Lingkungan Dalam Pengelolaan Air Minum (Studi Kasus DAS Cisadane Hulu). Bogor. Disertasi Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabet

Sugiyono. (2009). Statistik Nonparametris untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Kementrian Dalam Negri. 2010. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2010 Tentang Pedoman Organisasi Dan Tata Kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Di Daerah.

Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2008. Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan serta pemanfaatan hutan, jasa lingkungan adalah kegiatan untuk memanfaatkan potensi sumberdaya alam dengan tidak merusak lingkungan dan mengurangi fungsi utamanya.”

Peraturan Mentri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.6/Menhut-II/2010 Tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Pengelolaan Hutan Pada KPHL dan KPHP. Kementrian Kehutanan Republik Indonesia.Jakarta

Winarto, Bambang dan Djoko Soepomo. Peranan Eselon I Kementran Kehutanan Dalam Operasionalisasi kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung/Produksi. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan. Kementrian Kehutanan. Jakarta.

Downloads

Published

29-10-2025

How to Cite

Santri, A., Salim, T., Putri , W. F., & Julham , M. (2025). The Form of Utilization of Environmental Services Through Gamalama Ecotourism by the Social Forestry Group in Moya Sub-District, Ternate City. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 18(2), 303–309. https://doi.org/10.52046/agrikan.v18i2.2623

Citation Check

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.