The Relationship Between Water and Sediment Quality on Mangrove Growth in Panimbang District, Banten Province

Authors

  • Najla Tasya Fairuz Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Ririn Irnawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Muta Ali Khalifa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Adi Susanto Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Hery Sutrawan Nurdin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Erik Munandar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Hendrawan Syafrie
  • Toufik Alansar Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, Indonesia
  • Bakti Sulistyono PT. Asahimas Chemical, Indonesia
  • Ahmad Raihan PT. Asahimas Chemical, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i2.2346

Keywords:

Mangrove growth, sediment, analysis

Abstract

The coastal area of Panimbang, severely impacted by the 2018 Sunda Strait tsunami, has been the focus of rehabilitation due to its vulnerability from the absence of natural barriers like mangroves, which are crucial in mitigating tsunami effects. Through the Mangrove Blue Carbon program, 10,000 mangrove seedlings were planted in Panimbang Jaya Village to restore the coastal ecosystem. This study evaluates the relationship between sediment characteristics and mangrove growth. Measurements included water quality (temperature, pH, salinity), mangrove growth indicators (height, stem diameter, branch and leaf counts), and sediment characteristics (texture, organic carbon, nitrogen, and phosphorus). Results showed water quality supported mangrove growth. Temperature increased from 30.96°C (2023) to 32.6°C (2024) due to El Niño but remained within tolerance limits. pH rose from 7.54 to 8.02 (optimal 6–9), and salinity increased from 16.66‰ to 19.34‰ (tolerance 10–30‰). Sediment texture was predominantly sandy (>90%) with low fertility, indicated by organic carbon (1.5–3.2%), nitrogen (0.2–0.6%), and phosphorus (0.01–0.04%). Mangrove growth improved significantly, with height increasing from 120–150 cm to 160–210 cm, stem diameter from 2.0–3.2 cm to 3.5–4.8 cm, branch count from 5–8 to 8–12, and leaf count from 20–35 to 35–50. Mangrove growth correlated with clay texture and carbon-rich sediment despite low fertility, while optimal water quality still supported their. This emphasizes the need for ongoing monitoring and sustainable rehabilitation efforts to ensure the success of ecosystem restoration.

Author Biographies

Najla Tasya Fairuz, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Palka Km. 03, Sindangsari,Banten-Indonesia

Ririn Irnawati, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Palka Km. 03, Sindangsari,Banten-Indonesia

Muta Ali Khalifa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Palka Km. 03, Sindangsari,Banten-Indonesia

Adi Susanto, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Palka Km. 03, Sindangsari,Banten-Indonesia

Hery Sutrawan Nurdin, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Palka Km. 03, Sindangsari,Banten-Indonesia

Erik Munandar, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Palka Km. 03, Sindangsari,Banten-Indonesia

Hendrawan Syafrie

Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Palka Km. 03, Sindangsari,Banten-Indonesia

Toufik Alansar, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, Jl. Benda Alam I No.73, RT.6/RW.4, Cilandak Tim., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan DKI Jakarta, Indonesia

Bakti Sulistyono, PT. Asahimas Chemical

PT. Asahimas Chemical, Jl. Raya Anyer-Sirih Km 122, Gunung Sugih, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Indonesia

Ahmad Raihan, PT. Asahimas Chemical

PT. Asahimas Chemical, Jl. Raya Anyer-Sirih Km 122, Gunung Sugih, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Indonesia

References

Afrizal E. 2003. Pengaruh pemberian pupuk kandang dan sp-36 terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glicyne max. (L.) Merr). Yogyakarta. Penerbit Absolut.

Aini A, Budihastuti R, Hastuti ED. 2016. Pertumbuhan semai (Rhizophora mucronata) pada saluran tambak wanamina dengan lebar yang berbeda. Jurnal Biologi. 5(1): 48 - 59.

Akbar C, Arsepta Y, Dewiyanti I, Bahri S. 2019. Dugaan serapan karbon pada vegetasi mangrove di kawasan mangrove Desa Beureunut, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar. Jurnal La’ot Ilmu Kelautan, 2(2), 67-78.

Alongi DM. 2011. Early growth responses of mangroves to different rates of nitrogen and phosphorus supply. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology. 397: 85-93.

Annisa AI. 2021. Analisis karakteristik sedimen dan bahan organik di banyuurip mangrove center (BMC) Gresik. Skripsi. Surabaya: Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. 69 hlm.

Ati RNA, Rustam A, Kepel TL, Sudirman N, Astrid M, Daulat A, Mangindaan P, Salim HL, Hutahaean AA. 2014. Stok karbon dan struktur komunitas mangrove sebagai (Blue Carbon) di Tanjung Lesung, Banten. Jurnal Segara. 10(2): 119 – 127.

Darwati H, Nurkalida, Astiani D. 2021. Pertumbuhan tanaman bakau (Rhizophora sp.) di kawasan mangrove Kelurahan Setapuk Besar Kota Singkawang. Jurnal Hutan Lestari. 9(4): 686 – 694.

Dewi SK, Herawangtingsih R. 2017. Kondisi tanah dalam kawasan mangrove di Desa Nusapati Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari. 5(2): 177 – 182.

Farhaby AM, Anwar MS. 2021. Tingkat keberhasilan penanaman mangrove pada lahan bekas tambang di Desa Rebo Kabupaten Bangka sebagai bentuk pemanfaatan lahan dalam wilayah hutan mangrove di Pesisir Timur Pulau Bangka. Bioma. 23(2): 143 – 148.

Hossain MD, Nuruddin AA. 2016. Soil and mangrove: a review. J Environ SciTechnol. 9(2): 198 - 207.

Ihsan A, Adibrata S, Farhaby AM. 2023. Analisis tingkat kelangsungan hidup mangrove untuk mengukur keberhasilan rehabilitasi mangrove di Desa Tuik Kabupaten Bangka Barat. Jurnal Sumberdaya Perairan. 17(2): 58 – 63.

Izzudin. 2012. Perubahan sifat kimia dan biologi tanah pasca kegiatan perambahan di areal hutan pinus reboisasi Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Skripsi. Bogor. IPB University.

Jannah SW, Rahman FA, Hadi AP. 2021. Analisis kandungan karbon pada vegetasi mangrove di Desa Lembar Kabupaten Lombok Barat. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi. 9(2): 588 – 598.

Kusmana C, Lestari DAP. 2021. Pengaruh media tanam dan intensintas naungan terhadap pertumbuhan bakau minyak (Rhizophora apiculata). Jurnal Silvikultur Tropika.12(3): 157 – 163.

Kusmana C, Rifana HZ. 2023. Evaluasi pertumbuhan anakan mangrove hasil restorasi di suaka margasatwa Pulau Rambut, Kepulauan Seribu. Jurnal Silvikultur Tropika. 14(2): 119 – 125.

Lestari A. 2018. Konsentrasi bahan organik dalam sedimen dasar perairan kaitannya dengan kerapatan dan penutupan jenis mangrove di Pulau Pannikiang Kecamatan Balusu Kabupaten Barru. Skripsi. Makassar: Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan. Universitas Hasanuddin.

Matatula J, Poedjirahajoe E, Pudyatmoko S, Sadono R. 2019. Keragaman kondisi salinitas pada lingkungan tempat hidup mangrove di Teluk Kupang, NTT. Jurnal Ilmu Lingkungan. 17(3): 425 – 434.

Nurlailita. 2015. Evaluasi kesesuaian lahan dan strategi rehabilitasi hutan mangrove Kecamatan Birem Bayeun dan Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur. Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Nurrohman E, Rahardjanto A, Wahyuni S. 2018. Studi hubungan keanekaragaman makrofauna tanah dengan kandungan c-organik dan organophospat tanah di perkebunan coklat (Theobroma cacao L.) Kalibaru Banyuwangi. Jurnal Bioeksperimen. 4(1): 1 – 10.

Pradipta N. 2016. Studi kandungan nitrogen (n) dan fosfor (p) pada sedimen mangrove di wilayah ekowisata Wonorejo Surabaya dan Pesisir Jenu Kabupaten Tuban. Skripsi. Surabaya. Universitas Airlangga.

Rahmat D, Fauziyah, Sarno. 2015. Pertumbuhan semai (Rhizophora apiculata) di area restorasi mangrove Taman Nasional Sembilang Sumatera Selatan. Maspari Journal. 7(2): 11 – 18.

Riyandari R. 2017. Peran mangrove dalam melindungi daerah pesisir terhadap gelombang tsunami. Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana. 12(1): 74- 80.

Santari PT, Amin M, Mulyawan R. 2021. Perbaikan sifat tanah pada lahan berpasir dengan pemberian pupuk kandang dan pupuk hayati. Jurnal Teknologi Pertanian. 9(1): 54-62.

Saru A, Amri K, Mardi. 2017. Aktivitas struktur vegetasi mangrove dengan keasaman bahan organik total pada sedimen di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. SPERMONDE. 3(1): 1 – 6.

Schaduw JNW. 2018. Distribusi dan karakteristik kualitas perairan ekosistem mangrove Pulau Kecil Taman Nasional Bunaken. Majalah Geografi Indonesia. 32(1): 40 – 49.

Setiawan H. 2013. Status ekologi hutan mangrove pada berbagai tingkat ketebalan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 2(2): 104-120.

Silvaliandra V. 2009. Monitoring dan evaluasi tingkat pertumbuhan mangrove di areal rehabilitasi hutan mangrove Teluk Payo Banyuasin. Skripsi. Surabaya: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sriwijaya. 71 hlm.

Solikhah, Hastuti ED, Budihastusti R. 2018. Hubungan kualitas air dengan pertumbuhan semai Rhizophora mucronata lamk pada periode pengamatan yang berbeda. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 3(2): 215 – 222.

Susanto A, Khalifa MA, Munandar E, Nurdin HS, Syafrie H, Supadminingsih FN, Hasanah AN, Meata BA, Irnawati R, Rahmawati A, Putra AN, Alansar T, Saputra J, Sulistyono B, Raihan A. 2022. Kondisi kesehatan ekosistem mangrove sebagai sumber potensial pengembangan ekonomi kreatif Pesisir Selat Sunda. Leuit. 2(2): 172-181.

Susanto A, Nurdin HS, Khalifa MA, Munandar E, Syafrie H, Alansar T, Sulistyono B, Raihan A. 2023. Pengelolaan Pesisir Selat Sunda melalui penanaman mangrove sebagai upaya mitigasi bencana dan perubahan iklim (Blue Carbon). Journal of Maritime Empowerment. 5(2): 48-55.

Susanto A, Nurdin HS, Khalifa MA, Munandar E, Syafrie H, Alansar T, Sulistyono B, Raihan A. 2024. Kesesuaian lokasi rehabilitasi dan pertumbuhan mangrove di Pesisir Selat Sunda, studi kasus Desa Panimbangjaya Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Jurnal Agribisnis Perikanan. 17(1): 293 – 298.

Trisnawati, Wardati, Yulia AE. 2017 Pertumbuhan bibit mangrove (Rhizophora sp.) pada medium hydraquent yang diberi beberapa dosis npk. JOM FAPERTA. 4(2): 1 – 10.

Velati ZA, Suryono, Pratikto I. 2024. Jenis substrat dan tingkat kerapatan mangrove di kawasan konservasi mangrove Baros Yogyakarta. Journal of Marine Research. 13(4): 739 – 745.

Wantasen AS. 2013. Kondisi kualitas perairan dan substrat dasar sebagai faktor pendukung aktivitas pertumbuhan mangrove di Pantai Pesisir Desa Basaan I, Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Ilmiah Platax. 1(4): 204 – 209.

Wiyantoko B, Kurniawati P, Purbaningtias TE. 2017. Pengujian nitrogen total, kandungan air dan cemaran logam timbal pada pupuk anorganik nitrogen phospor kalium (NPK) padat. Jurnal Sains dan Teknologi. 6(1): 51–60.

Yuliyantini A. 2024. Evaluasi pertumbuhan mangrove hasil rehabilitasi dengan teknik guludan di kawasan elang laut Muara Angke. Skripsi. Bogor: Fakultas Kehutanan Dan Lingkungan. Institut Pertanian Bogor. 33 hlm.

Downloads

Published

29-10-2024

How to Cite

Fairuz, N. T., Irnawati, R., Khalifa, M. A., Susanto, A., Nurdin, H. S., Munandar, E., … Raihan, A. (2024). The Relationship Between Water and Sediment Quality on Mangrove Growth in Panimbang District, Banten Province. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 17(2), 415–423. https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i2.2346

Citation Check

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.