Effect of Spacing Seedlings on the Growth of Halymenia sp Seaweed with the Free Bottom Method
DOI:
https://doi.org/10.52046/agrikan.v15i2.1141Keywords:
Seedlings, growth, HalymeniaAbstract
The purpose of this study was to determine the effect of spacing on the growth of seaweed Halymenia sp with the off-bottom method, and determine the spacing that gave the best effect on the growth of seaweed Halymenia sp with the off-bottom method. This research was conducted in Kastela coastal waters, Ternate Island District, Ternate City. The initial weight of the Halymenia sp clump used refers to the initial weight of the K. alvarezii clump which is about 50 g/clump. The stretch rope used is a polyethylene (PE) rope with a diameter of 4 mm and a length of 15 m with a distance of 1 m between the stretch ropes. Maintenance is carried out by the off-base monoline method. Data analysis was used to determine the growth of cultivated Halymenia sp seaweed. The data analyzed were absolute weight growth data, which was obtained from the difference between the average weight at the end of rearing and the initial weight when stocked/planted and the relative growth rate. The results showed that the spacing of seaweed Halymenia sp had a very different effect on absolute weight growth and relative growth of seaweed Halymenia sp, where a 25 cm spacing gave the best results on absolute weight growth and relative growth of seaweed Halymenia sp.
References
Amarullah, 2007. Pengelolaan Sumberdaya Perairan Teluk Tamiang Kabupaten Kotabaru Untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut Eucheuma cottonii. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. 137 hal.
Amin, M, Rumayar, Femmi, N.F., D, Kemur dan IK Suwitra. 2005. Kajian Budidaya Rumput Laut Eucheuma cottonii Dengan Sistem dan Musim Tanam Berbeda di Kabupaten Bangkep Sulawesi Tengah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 8 (2): 282-291.
Arfah, H, dan S. Papalia, 2008. Laju Pertumbuhan Eucheuma cottonii (Rhodophyta) Pada Periode Penanaman Yang Berbeda di Perairan Pulau Osi, Seram Bagian Barat.Jurnal Torani, 18 (3): 194-203.
Ariyati,R.W., Sya’rani,L, Endang, A. 2007.The Suitability Analysis of Karimunjawa and Kemujan Island Territory for Seaweed Culture Site Using Geographical Information System.JurnalPasir Laut, 3(1): 27-45.
Aslan, L.M. 1991. Budidaya Rumput Laut. PT. Gramedia.Jakarta.
Cornelia, I.M, H. Suryanto,A. Dartoyo,.2005. Prosedur dan Spesifikasi Teknis Analisis Kesesuaian Budidaya Rumput Laut. Pusat Survey Sumberdaya Alam Laut Bakosurtanal. Cibinong. 36 hal.
Darmawati, 2015. Optimasi Jarak Tanam Bibit Terhadap Pertumbuhan Caulerpa sp di Perairan Laguruda Kabupaten Takalar. Jurnal Octopus, 4 (1): 337 – 343.
Darmawati, Rahmi, dan Jayadi, A.E, 2016. Optimasi Pertumbuhan Caulerpa sp Yang Dibudidayakan Dengan Kedalaman Yang Berbeda di Perairan Laguruda Kabupaten Takalar. Jurnal Octopus, 5 (1): 435-442.
Dawes, C.J., 1995. Marine Botany.A Willey-Interscience Publication.John Willey& Sons.NewYork-Chicester-Brisbane-Toronto-Singapore. 628 p.
Effendi, H. 2000.Telaahan Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.Institut Pertanian Bogor.hal 12-18.
Kantun, J.,Sherwood, A., Rodriguez, R., Huisman, J., & Clerck, D. Branched Halymenia Species (Halymeniaceae, Rhodophyta) in the Indo-Pacific Region, Including Descriptions of Halymenia hawaiiana sp. nov. and H. tondoana sp. nov‖. Eropa: European Journal of Phycology, 2012
Krisna Dewi, W.P.A, dan Saraswati, A.S. 2016. Kajian Pengembangan Usaha Budidaya Rumput Laut Di Pantai Kutuh,Badung, Provinsi Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 2 (2016) 1–5.
Langoy, M., Saroyo. Dapas, F., Katili, D., & Hamsir, S. Deskripsi Alga Makro di Taman Wisata Alam Batuputih, Kota Bitung-Manado. Jurnal Ilmiah Sains, 2011.
Lobban, C.S.and P.J. Harrison. 1997. Seaweed Ecology and Physiology. Cambridge University Press. Cambridge.489 p.
Maghfiroh, Y. 2016. Pengaruh Penggunaan Isopropanol dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Nilai Rendemen Keraginan yang diekstraksi dari Rumput Laut Halymenia durvillei. Skripsi.Surabaya: Perpustakaan Universitas Airlangga,
Mamang, N, 2008. Laju Pertumbuhan Bibit Rumput Laut Kappahycus alvarezi Dengan Perlakuan Asal Thallus Terhadap Bobot Bibit di Perairan Lakeba Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Skripsi. Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 121 hal.
Mardhatillah, ST. 2018. Identifikasi dan Pola Sebaran Makro Alga di Perairan Pantai Punaga Kabupaten Takalar. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin. Makassar.89 hal.
Muslimin dan Sari, P.K.W. 2016. Petunjuk Teknis Teknologi Budidaya Rumput Laut Sargassum sp Dengan Metode Lepas Dasar. Lokas Riset Budidaya Rumput Laut. Boalemo. Gorontalo. 13 hal.
Nugroho, A. 2006. Bioindikator Kualitas Air. Universitas Trisakti. Jakarta.145 hal.
Pongmasak, R.P., Assad, I., Hasnawi, Pirzan, Makmur., Lanuru. 2010. Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Gusung Batua Pulau Badi Kabupaten Pangkep. JurnalRis.Aquakultur, 5 (2) : 299-316.
Prihaningrum A., M. Meiyana dan Evalawati. 2001. Bbiologi Rumput Laut, Teknologi Budidaya Rumput Laut (Caulerpa sp). Petunjuk Teknis. Departemen Kelautan dan Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Balai Budidaya Lampung.
Rahman, 2010. Pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut (Eucheuma cottonii) dengan metode lepas dasar. Aquahayati. 75 (2): 57-64.
Robledo,D&Y.Freile-Pelegrin.2010.Prospects for the cultivation of economically important carrageenophytes in Southeast Mexico.J Appl Phycol DOI 10.1007. Spinger.
SEAFDEC, 2006. The Farming of Kappapychus. Southeast Asian Fisheries Development Center.Aquaculture Departement.Tigbauan, Iloilo, Phillipines. 7 p.
Siti Fadilah dan Pratiwi, A.D. 2020. Peningkatan Pertumbuhan Rumput Laut Halymenia sp. melalui Penentuan Jarak Tanam Rumpun.Jurnal Perikanan. Universitas Gadjah Mada, 22 (1): 37-42.
Thana, D, H.M.N. Nessa and I.S. Tandipayuk, 1993.Study on Production Quality of Seaweed Culture Kappahycus Using Seed, Stimulated by Phytomoron Auxin and Gibberellin.Jurnal Torani, 3 (3): 63-67.
Utojo, Mansur, A, Pirzan. A.M., Tarunamulia, Pantjara, B. 2004. Identifikasi Kelayakan Lokasi Lahan Budidaya Laut di Perairan Teluk Saleh, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 10(5) : 1-1 Widyartini,S.D, I.A.Insan,. 2007.Meningkatkan Produksi Rumput Laut Gracillaria gigas Melalui Modifikasi Sistem Jaring (Studi Kasus:di Perairan Nusakambangan-Cilacap). Jurnal Oseana32 (4): 13-20.
Widiastuti, I.M. 2011. Produksi Gracilaria verrucosa yang dibudidayakan di tambak dengan berat bibit dan jarak tanam yang berbeda. Jurnal Agrisains. 12 (1): 57-62.
Winarno, 1990. Pengolahan Rumput Laut. Penebar Swadaya. Jakarta.
Wong, L.S, dan J. Chang,. 2000. Salinity and Light Effects on Growth, Photosynthesis, and Respiration of Grateloupia filicina-Rhodophyta. Journal ofAquaculture, 182 (20): 387–395.
Zatnika, A. 2009. Pedoman Teknis Budidaya Rumput Laut. Balai Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT). Jakarta.62 hal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2022 Muhammad Irfan, Riyadi Subur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







