Suitability of Mangrove Kayu Arang Village as a Mangrove Ecotourism Area in West Bangka Regency, Bangka Island

Authors

  • Umroh Umroh Universitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Irma Akhrianti Universitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Aditya Pamungkas Universitas Bangka Belitung, Indonesia
  • La Ode Wahidin niversitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Mu’alimah Hudatwi niversitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Eva Utami Universitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Agung Pryambada Universitas Bangka Belitung, Indonesia
  • Agung Pryambada Universitas Bangka Belitung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i1.2046

Keywords:

Bangka Island, Ecotourism, Kayu Arang Village, Mangrove

Abstract

Kayu Arang Village has high potential biological resources, such as Satang shrimp and Tirus Fish in the Kayu Arang river area. The wealth of biological resources in the Kayu Arang River is also supported by the existence of mangrove ecosystems that have high density and nature. The mangrove ecosystem really needs to be developed to improve the condition of Arang wood village. The development of mangrove ecosystems in Kayu Arang must first be calculated Tourism Suitability Index, so that the potential of mangroves for ecotourism can be known. This is because mangrove ecosystems have enormous potential and benefits, and contribute to increasing community income. Some stages of this research study include: sausagealization of mangrove ecotourism and providing understanding of mangrove potential, collecting mangrove data (density, mangrove species, growth), endemic biota both in sediments (macrobenthos), rivers (fish, shrimp, crabs) and aboreal (monkeys, birds). The next stage is to see the level of suitability of the mangrove area of Kayu Arang Village to become ecotourism. Therefore, this research study aims to determine the potential of mangrove ecosystems to be used as mangrove ecotourism areas in Kayu Arang Village, West Bangka. The results of the mangrove ecosystem suitability analysis show that the mangrove area in Kayu Arang Village can be used as an ecotourism area. With government support, it will be able to accelerate the realization of an ecotourism area in Kayu Arang Village, West Bangka.

LoA, Plagiarism

Author Biographies

Umroh Umroh, Universitas Bangka Belitung

Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka, 33172, Indonesia

Irma Akhrianti, Universitas Bangka Belitung

Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka, 33172, Indonesia

Aditya Pamungkas, Universitas Bangka Belitung

Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka, 33172, Indonesia

La Ode Wahidin, niversitas Bangka Belitung

Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka, 33172, Indonesia

Mu’alimah Hudatwi, niversitas Bangka Belitung

Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka, 33172, Indonesia

Eva Utami, Universitas Bangka Belitung

Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka, 33172, Indonesia

Agung Pryambada, Universitas Bangka Belitung

Jurusan Perikanan Tangkap, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka, 33172, Indonesia

Agung Pryambada, Universitas Bangka Belitung

Jurusan Perikanan Tangkap, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka, 33172, Indonesia

References

Akhrianti, I., Nurtjahya, E., & Franto., 2019. Struktur komunitas vegetasi mangrove di Pesisir Utara Pulau Mendanau dan Pulau Batu Dinding, Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung. Jurnal Sumberdaya Perairan, 13 (1):p. 12-26. https://doi.org/10.33019/akuatik.v12i1.856.

Akhrianti, I. Gustomi, A., 2020. Important Value Aspect of Mangrove Community at Coastal Area of Pangkalpinang City, Bangka Island. IOP Conf. Series Earth and Environmental Science 599 (2020)012056. DOI: 1088/1755-1315/599/1/012056.

Bai'un, N. H., Riyantini, I., Mulyani, Y., & Zallesa, S., 2021. Keanekaragaman makrozoobentos sebagai indikator kondisi perairan di ekosistem mangrove Pulau Pari, Kepulauan Seribu. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 5(2):p. 227-238.

Bengen, D.G., 2002. Sinopsis Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut serta Prinsip Pengelolaannya. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB: Bogor. 63 p.

Destiana, D., Lestariningsih, S. P., Darwati, H., & Iswandaru, D., 2022. Biodiversitas Makrobentos Sebagai Indikator Kualitas Habitat Pada Ekosistem Mangrove. Journal of Tropical Marine Science, 5(1): p.37-44.

Hariawansyah, F.A., Widyorini, N., & Ain, C., 2019. Kelimpahan makrozoobentos berdasarkan stratifikasi salinitas dari hulu–hilir Sungai Siangker Semarang. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 8(2):p. 56-62.

Hidayat F, Aryanti N.A. 2020. Analisis vegetasi pulau-pulau kecil di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Majalah Ilmiah Biologi Biosfera-A Scientific Journal 37(1):p.13-21.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup (KMNLH) No 201. 2004. Tentang Kriteria baku kerusakan dan pedoman penentuan status kondisi komunitas mangrove. KLHK. Jakarta. 10 hlm.

Madyowati, S.O., & Kusyairi, A., 2020. Keanekaragaman komunitas makrobenthos pada ekosistem mangrove di Desa Banyuurip Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Journal of Fisheries and Marine Research, 4(1):p. 116-124.

Muflih, A., Fahrudin A, & Yusli W., 2015. Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Pesisir Tanjung Pasir dan Pulau. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 20(2): p.141-149.

Rachmawati, D.J., Hutabarat, S., & Anggoro., 2012. Pengaruh Salinitas Media Berbeda Terhadap Pertumbuhan Keong Macan (Babylonia spirata L.) Pada Proses Domestikasi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang. 17 (3): p.141-147.

Sinaga, P., Harefa, M. S., Siburian, P. A., & Aisyah, S., 2023. Konsep Penanggulangan Sampah di Wilayah Ekosistem Hutan Mangrove Belawan Sicanang dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan. J-CoSE: Journal of Community Service & Empowerment, 1(1):p. 1-9.

Susi, S., Adi, W., & Sari, S.P., 2018. Potensi Kesesuaian Mangrove Sebagai Daerah Ekowisata Di Dusun Tanjung Tedung Sungai Selan Bangka Tengah. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 12(1): p. 65-73.

Syah, A.F., 2020. Penanaman mangrove sebagai upaya pencegahan abrasi di desa socah. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 6(1): p. 13-16.

Tahir, I, Rustam E.P, & Nebuchadnezzar, A., 2016. Analisis Kesesuaian Ekowisata Hutan Mangrove di Kawasan Teluk Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil, 1 (1) : p.51-61.

Undang – Undang nomor 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Menteri/Sekertaris Negara Republik Indonesia. Jakarta

Yulianda, F., 2007. Ekowisata bahari sebagai alternatif pemanfaatan sumberdaya pesisir berbasis konservasi. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK. IPB.

Downloads

Published

17-05-2024

How to Cite

Umroh, U., Akhrianti, I., Pamungkas, A., Wahidin, L. O., Hudatwi, M., Utami, E., … Pryambada, A. (2024). Suitability of Mangrove Kayu Arang Village as a Mangrove Ecotourism Area in West Bangka Regency, Bangka Island. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 17(1), 228–236. https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i1.2046

Citation Check

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.