Sensory Quality Characteristics of Skipjack Tuna Crackers (Katsuwonus pelamis) Substituted with Tuna Bone Flour

Authors

  • Rasna Wahab Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Indonesia
  • Ahmad Talib Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Indonesia
  • Ruslan A. Daeng Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52046/biosainstek.v8i1.2722

Keywords:

Sensory Quality, Skipjack Tuna, Katsuwonus pelamis, Bone Flour

Abstract

Indonesia is an archipelagic country with vast marine resources, dominated by pelagic fish such as tuna and skipjack tuna. Skipjack tuna (57,126.3 tons/year in North Maluku) is often processed traditionally, but parts other than the meat, such as bones, are generally discarded. Fish bones are a waste product rich in calcium and phosphorus, which are important for the body. Utilizing this waste into bone meal can increase the nutritional value of processed fishery products, such as fish crackers. The research was conducted at the UMMU Fishery Product Technology Laboratory in January 2024. The methods included making tuna bone meal (boiled, dried, and ground) and making skipjack fish crackers. The crackers were made in four formulations: A0 (control, 0% bone meal), A1 (10%), A2 (20%), and A3 (30%). The main analysis was a sensory quality test (organoleptic) for appearance, aroma, taste, and texture, followed by a Least Significant Difference (LSD) test if there was a significant effect. The organoleptic test results showed that the addition of tuna fish bone meal had a significant effect on all sensory quality parameters (appearance, aroma, taste, and texture). The highest values for all parameters (except appearance, which was highest in A4/30%) were generally achieved at a 30% fish bone meal addition concentration (A3 or A4 depending on the naming in the table), indicating an increase in panelist acceptance as the bone meal substitution increased. This demonstrates the potential for utilizing fish bone waste.

Author Biographies

Ahmad Talib, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Pertanian dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate, Indonesia

Ruslan A. Daeng, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Pertanian dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Terate, Indonesia.

References

Adawyah R. 2006. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Bumi Aksara. Jakarta.

Ali M. 1985. Teknologi Pengolahan Produk. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Almatsier S. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Anggreani D. 2003, Analisis Mineral Plasma Darah. [Standard Operating Prosedure]. Bogor Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Anonim. 2006. http//www. Gizi dan Kuliner. Sejarah mie. [Diakses 25 Maret 2010].

Anggorodi R. 1985. Ilmu Makanan Ternak Umum. Jakarta: Gramedia Pustaka

Anonim. 2008. http//ww. Indoskripsi. Tepung tulang ikan. [Diakses 20 Maret 2010].

Artama T. 2001. Pemanfaatan tepung ikan lemuru (Sardinela longceps) untuk meningkatkan mutu fisik dan nilai biskuit [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

[AOAC] Association of Official Analytical Chemist. 1995. Official methods of analysis. Washington DC.

Dahuri R. 2004. Gerakan Makan Ikan, Budaya Bahari dan Kualitas Hidup Bangsa, Harian Kompas, Jakarta.

[Depkes] Departemen Kesehatan RI. 1979. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Depkes. Jakarta.

[Ditjen Peikanan] Direktorat Jenderal Perikanan. 1983. Buku Pedoman Hasil Perikanan Laut. (Jenis-jenis Ikan Eknomis Penting). Jakarta: Departemen Pertanian.

Gardjito M. 2009. Pengolahan Pangan dan Gizi, Pusat Kajian Makanan Tradisional. Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Gazperz V. 1991. Metode Rancangan Percobaan. CV. Amirco. Bandung.

Guthrie HA. 1975. Inroductory Nutrition. Saint Louis: Mosby Company.

Ismanadji I. 2000. Laporan Perekayasaan Teknologi Pengolahan Limbah. Jakarta: Balai Bimbingan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan.

Junianto. 2003. Produksi gelatin dari tulang ikan dan pemanfaatannya sebagai bahan dasar pembuatan cangkang kapsul. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Pedjajaran

Linder MC.1992. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. Aminudin Prakasi, penerjemah. Jakarta: UI-Press. Terjemahan dari: Nutritional Biochemistry and Metabolism.

Manaffe M. 1999. Pengolahan Kue dan Roti. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Manley D. 2001. Biscuit, crackers and cookies recepies for food industry. Westport Conecticut: AVI Publishing Company Inc.

Maulida. 2005. Pemanfaatan tepung tulang ikan madidihang sebagai suplemen dalam pembuatan biskuit (crackers) [skripsi]. Bogor: Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Moeljanto. 1992. Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan. Penerbit Swadaya, Jakarta.

Morrison FB. 1958. Feed and Feeding. Nineth Edition. Washington DC: The Morrison Research Council, NationalAcademyof Science.

Murtidjo BA. 2001. Beberapa Metode Pengolahan Tepung Ikan, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Rahayu WP. 2001. Penuntun Praktikum Penilaian Organoleptik. Bogor: Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Prtanian, Institut Pertanian Bogor.

Raitz LL, Smith WH, PlumleeMP. 1987. A Simple Wet Oxidation Prosedure for Biological Materials. Wets Lafayete: Animal Science Purdue University.

Smith WH. 1972. Biscuit and cookies technology production and management. London: Aplied Science Publisher: LTD.

[SNI] Standarisasi Nasional Indonesia. SNI 01-2973-1992. Mutu dan Cara Uji Biskuit. Jakarta: Bharatara Karya Aksara.

____. SNI 01-2891-1992. Uji Makanan dan Minuman. Jakarta.

Soekarto ST dan Hubeis M. 2000. Metodologi Penelitian Organoleptik. Program Studi Ilmu Pangan. Institut Pertanian Bogor.

Soetomo B. 2008. Jenis-jenis mie (Artikel). Blog Gizi dan Kuliner. Jakarta.

Steel RGD dan Torrie JH. 1991. Prinsip dan Prosedur Statestika. Penerjemah: Sumantri B. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Thalib A. 2008. Pemanfaatan tepung tulang ikan madidihang sebagai sumber kalsium dan fosfor meningkatkan nilai gizi makron kenari [tesis]. Bogor: Jurusan Teknologi Hasil Prikanan, Institut Pertanian Bogor.

Vita. 2007. Pemanfaatan tepung cangkang rajungan (Portunus pelagicus) sebagai sumber kalsium dan fosfor untuk meningkatkan nilai gizi crackers [skripsi]. Institut Pertanian Bogor.

Widyakarya Nasional Pangan Dan Gizi. 2004. Risalah Widya Karya Pangan dan Gizi. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Winarno FG. 1985. Limbah Perikanan. Kantor Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Pangan. Jakarta.

Winarno FG. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Downloads

Published

01-02-2026

How to Cite

Wahab, R., Talib, A., & Daeng, R. A. (2026). Sensory Quality Characteristics of Skipjack Tuna Crackers (Katsuwonus pelamis) Substituted with Tuna Bone Flour. JURNAL BIOSAINSTEK, 8(1), 63–71. https://doi.org/10.52046/biosainstek.v8i1.2722

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.