Network System Planning of Wastewater Treatment Plant (WWTP) at Ternater Fishing Port TPI to Improve Environmental Quality

Authors

  • Rais D. Hi Yusuf Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Indonesia
  • Sudarman Jainal Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52046/biosainstek.v7i2.2455

Keywords:

IPAL planning, Cost Budget Plan (RAB), Anaerobic biofilter, Aerobic biofilter

Abstract

Fishing activities that occur in this market produce waste water that still contains pollutants with concentrations above quality standards. This causes the waste water to smell bad and have high turbidity. Planning a liquid waste processing system in a market is needed to improve the quality of the air that will be discharged so that it does not pollute the environment. This research is about planning a Waste Water Treatment Plant (IPAL) network system at the fish marketing site at the Ternate fishing port. From this research, we will know the design of the Waste Water Treatment Plant System and also the Cost Budget Plan (RAB) for the planning of the IPAL. From the results of the analysis of waste water discharge calculations at the Ternate fisheries market with a total of 40 selling table units producing waste water, namely, 3,333 liters/day. So an IPAL can be designed with a length of 6.1 m, a width of 1.8 m and a height of 1.65 m. The planning for the Fishery Market Wastewater Treatment Plant has 6 compartments, namely, Screen tank or Oil/Fat Separator Tank which has a volume of 0.16 m3/day => Equalization tank has a volume of 1.4 m3/day => Initial sedimentation tank has a volume of 1 .2 m3/day => Anaerobic Biofilter tank has a volume of 1.1 m3/day => Aerobic Biofilter tank has a volume of 1.4 m3/day => Final settling tank has a volume of 0.18 m3/day. The budget required for implementing the planning for the Waste Water Treatment Plant (IPAL) at the Fisheries Market is IDR. 86,009,000.00.

Author Biographies

Rais D. Hi Yusuf, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara., Jl. KH. A. Dahlan, No. 100, Kel. Sasa, Kec. Ternate Selatan. Ternate, Indonesia.

Sudarman Jainal, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Jl. KH. Ahmad Dahlan, No. 100, Sasa, Kota Ternate, Indonesia

References

Achmad Muflih – Jurnal ilmu perikanan vol.4, No. 2, Agustus 2013: Sistem pengolahan limbah cair industri produk perikanan, Industrial liquid waste processing systems fisheries products.

Astari Dwi Putri, Isna Apriani, Winardi Yusuf.221. Perancangan Sistem Pengolahan Limbah Cair Kawasan Pasar Anggrek Kota Pontianak.

Darmono, 2008. Dampak pencemaran tanah mengakibatkan tanah menjadi asam (Dinas Kesehatan, 2008), daya filtrasi tanah menjadi turun dan air tanah tercemar.

Daftar Standar Harga Satuan Barang Dan Jasa Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2022.

Fathul Mubin, Alex Binilang, Fuad Halim – Jurnal Sipil Statik Vol.4, No.3, Maret 2016: Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Di Kelurahan Istiqlal Kota Manado.

Ginting, 2010. Limbah hasil perikanan adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomis, yang ketika mencapai jumlah atau konsentrasi tertentu, dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Novita B. Gamtohe, 2019. Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (studi kasus proyek pembangunan tanki septik skala komunal Kelurahan Fora 2)

Supraptini, 2002. Limbah industri dapat menghasilkan bahan toksik terhadap lingkungan yang dapat berdampak negatif terhadap manusia dan lingkungan yang lain. Limbah cair industri paling sering menimbulkan masalah lingkungan seperti kematian ikan, keracunan pada manusia dan ternak, kematian plankton, akumulasi dalam daging ikan dan moluska.

Ridlo Barkah Jembar Pinanggih, Dyah Ratri Nurmaningsih Dan Sulistiya Nengse, Teguh Taruna Utama, Abdul Hakim, 2021. Perencanaan IPAL dengan kombinasi unit biofilter aerobik dan adsorpsi karbon aktif Kantor Pusat PT, Pertamina MOR V Surabaya.

Sasse 2009, Grafik Hubungan Penyisihan COD dengan BOD yang tersisihkan.

Setiyono dan Yudo, 2008. Apabila semakin besarnya jumlah limbah yang dibuang kelingkungan tanpa dilakukan pengolahan terdahulu maka akan semakin sulit pula lingkungan melakukan degradasi limbah tersebut secara alami dan ini akan terjadi pencemaran lingkungan.

Yonik Meilawati Yustiani, Lili Mulyanta – identifikasi kebutuhan air bersih dan timbulan air limbah tempat pelelangan ikan Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Downloads

Published

07-07-2025

How to Cite

Yusuf, R. D. H., & Jainal, S. (2025). Network System Planning of Wastewater Treatment Plant (WWTP) at Ternater Fishing Port TPI to Improve Environmental Quality. JURNAL BIOSAINSTEK, 7(2), 47–55. https://doi.org/10.52046/biosainstek.v7i2.2455

Citation Check