Tinjauan Sumber Suplai Dan Mutu Ikan Yellowfin Tuna Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate
DOI:
https://doi.org/10.52046/biosainstek.v6i1.1828Keywords:
Mutu ikan, Yellowfin tuna, PPN TernateAbstract
Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan November sampai Desember 2017, dengan tujuan untuk mengingitifikasi sumber suplai ikan dan mutu yellowfin tuna di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan sampling dan observasi. Aspek yang diteliti yaitu mutu dan perdagangan ikan tuna di PPN Ternate. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui pengumpulan tally sheet hasil pembongkaran kapal tuna hand line dengan teknik sampling dan observasi terhadap proses pembongkaran ikan tuna hand line di pelabuhan sekaligus melakukan wawancara langsung terhadap pelaku perikanan tuna seperti pemilik tuna landing center (TLC), nelayan, karyawan perusahaan, checker, supir mobil box pengangkut ikan tuna, tim enumerator pelabuhan. Hasil penelitian didapat bahwa sumber bahan baku produk ikan yellowfin tuna di PPN Ternate selama tahun 2013 sampai tahun 2016 umumnya berasal dari perairan Provinsi Maluku Utara melalui beberepa kabupaten/kota terutama dari daerah Halmahera Selatan, Pulau Morotai, Kabupaten Sula dan Kota Ternate, dimana produksi ikan yellowfin tuna per kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara selama tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 yang merupakan bahan baku oleh perusahaan di PPN Ternate. Selain itu terdapat pula bahwa hasil dari pengecekan (grading) dapat digolongkan menjadi dua belas tingkatan mutu atau grade yaitu A3, A2F, AF, A2, A+, A, A-, B+, B, B-, C/reject, dan D/Oba, dimana grade A-, B+, B, B-, R/C dan O/D merupakan produksi ikan yellowfin tuna untuk produk lokal dan nilai mutu A3, A2F, AF, A2, A+ dan A untuk produk tuna ekspor.
References
Anggawati AM. 1993 Penanganan Ikan Laut Segar. Kumpulan Hasil-Hasil Penelitian Pasca Panen Perikanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan.
Anwar F, 2002. Keamanan Pangan, Bab 11 Buku Pengantar Pangan dan Gizi. Cetakan 1 Th 2004, Penerbit Swadaya Jakarta.
Bahar B, 2006. Panduan Praktis Memilih dan Menangani Produk Perikanan. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Dinas Perikanan dan Kelautan, 2014. Data Laporan Hasil Perikanan Laut dan Darat. Provinsi Maluku Utara.
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, 2005. Pedoman Pengenalan Sumber Daya Laut (Jenis-jenis Ikan Ekonomis Penting). Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Jakarta.
Hadiwiyoto, 1993. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Penerbit Liberty. Yogyakarta.
Hamisi A, 2007. Studi penerapan HACCP pada proses pembekuan ikan layang (Decapterus ruselli) di PT Mina Samsuma Kecamatan Makian Pulau Kabupaten Halmahera Selatan. [skripsi]. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.
Hennessey dan Healey. 2009. Using stock assessment information to assess fishing capacity of tuna fisheries.-ICES Journal of Marine Science, 66: 000-000.
Febrina, A. 2012. Efisiensi Waktu Penanganan Tuna dari Proses Pembongkaran Sampai Pengemasan pada Industri Tuna Segar dan Loin di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Ilyas S, 1972. Pengantar Pengolahan Ikan. Lembaga Teknologi Perikanan. Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan.
Irawan A, 1995. Pengawetan Ikan dan Hasil Perikanan. Solo: Penerbit Aneka.
Junianto, 2003. Teknik Penanganan Ikan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kurosawa A, 2003. Teknologi Pengolahan Ikan di Indonesia. Penerbit Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Mueljanto R, 1992. Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan. PT Penebar Swadaya, Jakarta.
Murniyati AS, Sunarman, 2000. Pendinginan, Pembekuan dan Pengawetan Ikan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Nugroho AS, 2004. Analisis bahaya dan identifikasi titik kendali kritis proses penanganan pada rantai transportasi ikan kembung (Rastrelliger sp) segar di PT Hero Supermarket Tbk. [skripsi]. Jurusan Teknologi Hasil Perikanan. Institut Pertanian Bogor.
Nurani TW dan Wisudo SH. 2007. Bisnis Perikanan Tuna Longline. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Sunoko, R., Huang, Hsiang-Wen, J. 2013. Indonesia tuna fisheries development and future strategy. Marine policy. No. 2, Taiwan.
Saanin H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan 1,2. Bogor : Binacipta. 508p.
Standar Nasional Indonesia, 1998. Bahan baku ikan segar. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. 01-4852-1998.
Surono, 1999. Mengenal HACCP dan Aplikasinya dalam menjamin mutu dan keamanan pangan. Jakarta: Departemen Pertanian.
Thayib S dan Abu Amar, 1989. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Pangan. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Teknologi Indonesia.
Yunizal dan Wibowo S, 1998. Penanganan Ikan Segar. Jakarta: Instalasi Penelitian Perikanan Laut Slipi.
Wiryanti J dan Witjaksono HT, 2001. Konsepsi HACCP. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Zulham, A. dan Sastrawidjaja. 2008. Meningkatkan Kinerja Usaha dan Perdagangan Tuna. Jakarta (ID): Badan Riset Kelautan dan Perikanan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2024 Hardin Fokatea, Umar Tangke

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ISSN REGISTERED IN : 















