An Analysis of The Water Quality and Pollution Index on Makassar City's Coast Based on The Physical-Chemical Characteristics of Seawater
DOI:
https://doi.org/10.52046/agrikan.v18i2.2620Keywords:
Quality Standards, Pollution Index, Water Quality, Makassar CoastAbstract
To ascertain the quality of seawater and the pollution index along Makassar City's coast, this study was conducted in two distinct seasons: the west and the east. Temperature, salinity, brightness, pH, and dissolved oxygen measurements are made in situ, or straight in the field, while other physico-chemical parameters are examined in an environmental laboratory that has been approved. The book Standards Methods for The Examination of Water and Wastewater (Rice, et al, 2012) serves as the foundation for all analysis techniques. The Makassar City coast is still in good shape, with just minor pollution, according to the pollution index calculation results. At a number of sites, the levels of total ammonia (NH3-N), orthophosphate (PO4-P), nitrate (NO3-N), and sulfide (H2S) exceed the quality requirements outlined in Government Regulation Number 22 of 2021. Other chemicals, on the other hand, remain within safe bounds for water fertility and are still beneficial for the growth and survival of marine biota, despite changes in physical parameter values.
References
Aziza, N. (2024). Status Kualitas Perairan Pada Terminal Peti Kemas New Port Kota Makassar. Skrisi Program Studi Ilmu Kelautan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin.
Daud, F., & Bahri, A. (2020). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal Berbasis Masyarakat di Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Jurnal Biology Teaching and Learning, 3(1), 77-81.
Effendi, H. (2024). Telaah kualitas air, bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Cetakan Edisi Revisi. Yogjakarta, Kanisius.
Guntur, G., A. T. Yanuar, S. H. J. Sari dan A. Kurniawan, 2017. Analisis kualitas perairan berdasarkan Metode Indeks Pencemaran di Pesisir Timur Kota Surabaya. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan. 6(1) : 81-89.
Hamuna, B., Tanjung, R. H., Suwito, S., & Maury, H. K. (2018). Konsentrasi Amoniak, Nitrat dan Fosfat di Perairan Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. EnviroScienteae, 14(1), 8-15.
Hamzah. 2007. Model pengelolaan pencemaran perairan pesisir bagi keberlanjutan perikanan dan wisata pantai Kota Makassar. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak diterbitkan).
Inaku, D. F. (2011). Analisis pola sebaran dan perkembangan area upwelling di bagian selatan Selat Makassar. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Indonesia, 25(2), 105533.
Kunarso, D. H. (2011). Kualitas Perairan di Selat Makassar Ditinjau dari Aspek Bakteriologi. Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal, 28(1), 32-42.
Lestari, A. S. P. I. (2021). Analisis Beban Pencemaran Di Sungai Jeneberang Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi, 15(2), 144-150.
Nurmawati, Gaol., J.L., Ling., M.M. (2018). Tingkat Kerentanan Wilayah Pesisir Kota Makassar Terhadap Pencemaran Sampah. Jurnal Ilmiah Wawasan Pendidikan Vol 4, No.3.
Naryanto, H. S. (2021). Analisis Sumber Tsunami Untuk Pertimbangan Perencanaan Jalur Kabel Inacbt Di Selat Makasar Tsunami Source Analysis For The Consideration Of Inacbt Cable Planning In Makassar Strait. Jurnal Alami (ISSN: 2548-8635), 5(1).
Rachmania, A. H. (2021). Optimalisasi Pemanfaatan Selat Makassar dalam Aspek Pengelolaan Sumber Daya Kelautan pada Pelayaran Internasional. Looking Through The Sea, 7.
Rice, E. W., Bridgewater, L., & American Public Health Association (Eds.). (2012). Standard methods for the examination of water and wastewater (Vol. 10). Washington, DC: American Public Health Association.
Romadhona, B., Yulianto, B., & Sudarno, S. (2016). Fluktuasi Kandungan Amonia Dan Beban Cemaran Lingkungan Tambak Udang Vaname Intensif Dengan Teknik Panen Parsial Dan Panen Total Fluctuations of Ammonia and Pollution load in Intensive Vannamei Shrimp Pond Harvested Using Partial and Total Method. Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 11(2), 84-93.
Suharyono. 2008. Diare Akut Klinik dan Laboratorik. Rhineka Cipta, Jakarta.
Sudding. Side, S. dan Dewi, A. 2012. Analisis kadar Timbal (Pb) pada akar api-api putih (A. alba) di saluran pembuangan Jongaya Jalan Metro Tanjung Bunga Kota Makassar. Jurnal Chemica, 13 (2) (2012) : 26-32. Universitas Negeri Makassar.
Selamat, M. B., Ukkas, M., & Samawi, M. F. (2019). Karakterisasi Spektral Sedimen Tersuspensi di Perairan Muara Sungai Kota Makassar Menggunakan Citra Sentinel 2A. Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan, 6.
Setiawan, H. (2014). Pencemaran logam berat di perairan pesisir Kota Makassar dan upaya penanggulangannya. Buletin Eboni, 11(1), 1-13.
Suharto, Polapa, F. S., & Satari, D. Y. (2018). Kajian Kualitas Air dan Indeks Pencemar Wilayah Pesisir Kota Makassar (Water Quality and Pollution Index Study in the Coastal Zone Makassar City). Jurnal Pengelolaan Perairan, 1(2), 41-55.
Tambaru, R., La Nafie, Y. A. L. N., & Junaidi, A. W. (2018). Analysis of causing factors on the appearance of HABs in coastal water of Makassar. Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE.
Tirta, D. I., Latief, R., & Tato, S. (2022). Hubungan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Limbah Domestik IPAL Losari Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Urban Reg Stud J, 5(1), 04-8.
Peraturan Perundang-Undangan:
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Fatma Fatma, Fachrie Rezka Ayyub , Nur Azizah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







