Analysis of the Relationship Between Carrageenan Content of Seaweed (Kappaphycus alvarezii Doty, 1986) with Water Quality in The Makassar Strait

Authors

  • Kasmawati Sudar Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa, Indonesia
  • Nursidi Latief Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Indonesia
  • Indra Cahyono Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa, Indonesia
  • Wayan Kantun Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i1.2004

Keywords:

Cultivation area, carrageenan, Kappaphycus alvarezii, Water quality

Abstract

Analysis of the relationship between carrageenan content of seaweed (Kappaphycus alvarezii Doty, 1986) with water quality in the Makassar Strait) Kappaphycus alvarezii seaweed is experiencing high demand and supply as an industrial raw material, so it is important to analyze its carrageenan content. This study aims to analyze the carrageenan content of Kappaphycus alvarezii seaweed cultivated in estuaries, around corals and the open sea. This research is classified as a type of quantitative research with observation methods. The research was conducted from September to October 2022 in the waters of the Makassar Strait. The results showed that the carrageenan content of red seaweed Kappaphycus alvarezii as a whole ranged from 53.05 to 58.37% (55.84 ± 1.57%) with details of 55.52 ± 0.242% for carrageenan content in samples from the estuary, 55.57 ± 2.671% for the area around the reef and 56.43 ± 1.388% for the open sea. The highest carrageenan content of Kappaphycus alvarezii seaweed was obtained in the high seas cultivation areas.

Author Biographies

Kasmawati Sudar, Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Program Studi Sumberdaya Akuatik, Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa , Makassar, Indonesia

Nursidi Latief, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Pangkep, Indonesia

Indra Cahyono, Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Program Studi Sumberdaya Akuatik, Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa , Makassar, Indonesia

Wayan Kantun, Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Program Studi Sumberdaya Akuatik, Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa , Makassar, Indonesia

References

Abbas, N. (2021). Pertumbuhan, kandungan karaginan dan pigmen Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan pada lokasi berbeda. Universitas Hasanuddin

Akbar, A., Fransiska, D., Rahmawati, R. & Giyatmi, G. (2020) Karakteristik Natrium Alginat dari Banten, Lampung dan Yogyakarta: Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan Universitas Sahid Jakarta: 2 (2): 97-104

Anton. (2017). Pertumbuhan Dan Kandungan Karaginan Rumput Laut (Eucheuma sp.) Pada Spesies Yang Berbeda. Jurnal Airaha, 5(2), 102-109.

Ariyati R.W, Widowati L.L. & Rejeki. (2016). Performa Produksi Rumput Laut Eucheuma cottonii yang di Budidayakan Menggunakan Metode Long-line Vertikal dan Horizontal. Dalam Prosiding Seminar Nasional Tahunan Ke-V Hasil-Hasil Penelitian perikanan dan kelautan, 2016. Semarang, Indonesia, Juni 2016 (pp.332-346)

Arzani, L.D.P.,Tjahya, M. & Nancy, D.Y. (2020). Karakteristik karagenen semi murni dari rumuput laut Kappappycus striatum dan Kappaphycus alvarezii. Jurnal Teknologi dan industri Pangan. 31(2): 95-102

Boedi, S., Juliati & Badrudin. (2014). Gravilaria Seaweed Cultivation In Pond. Fishery WWF-Indonesia. Jakarta. (hlm 1-20).

Burhanuddin. (2012). Pertumbuhan dan kandungan karaginan rumput laut Eucheuma cotonii yang dibudidayakan pada jarak dari dasar perairan yang berbeda. 1 (2): 76-83.

DJPB. (2021). Petunjuk Teknis Budidaya Rumput Laut Eucheuma spp. Jakarta, Indonesia : Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. (2022). Profil Rumput Laut Indonesia. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Effendie, M.I (1997). Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara, Yogyakarta. 163 hlm

Ega, L. & Meiyasa, F. (2016). Kajian Mutu Karagenan Rumput Laut Euchema cottoni Berdasarkan Sifat Fisio-Kimia Pada Tingkat Konsentrasi Kalium Hidroksida (KOH) Yang Berbeda. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan.

Hikmah, (2015). Strategi Pengembangan Industri Pengolahan Rumput Laut Euchema cottonii Untuk Peningkatan Nilai Tambah di Sentra Kawasan Industrialisasi. Balai Besar Penelitian sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Gedung Balitbang KP.1 Lt.4

Koeshendrajana. (2012). Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan WPPNRI 572: Amafred Press. Gedung Mina Bahari Jakpus.

Kore, M. &Nitsae, M. (2018). Uji Aktivitas Antioksidan Pada Ganggang Cokelat (Sargassum polycystum) dan Ganggang Hijau (Euchema cottonii) Pada Perairan Dahi’ae. Universitas Kristen Artha Wacana. Vol 1 No.3

Masak, P.R.P., & Sarira, N.H. (2016). Pertumbuhan dan Produksi Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Dengan Aplikasi Metode Vertikultur Di Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara. In Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, 1 (1) : 449-456.

Mubarak, H., Sulistijo, & Soegiarto. A.(2001). Petunjuk Teknis Budidaya Rumput Laut. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Padawan, F., Erni,I. & Sri, M. (2020). Analisis Lokasi Budidaya Terhadap Kandungan Karagenan Rumput Laut (Kappaphicus alvarezii) di perairan Teluk Kosiwo Yapen – Papua. J. of Aquac. Environment. 3(1): 11-14,

Pauwah, A., Irfan, M., & Muchdar, F. (2020). Analisis Kandungan Nitrat dan Fosfat untuk Mendukung Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Yang Dibudidayakan Dengan Metode Longline Di Perairan Kastela Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate. Hemyscyllium, 1 (1) : 10-22.

Pongarrang, D., Rahman, A., & Iba, W. (2013). Pengaruh Jarak Tanam dan Bobot Bibit Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Menggunakan Metode Vertikultur. Jurnal Mina Laut Indonesia, 3 (12) : 94-112.

Ridwan, M., Gusti, T. & Hadijah, Z. (2019). Analisis kualitas keragenan rumput laut jenis eucheuma spinosum pada ekosistem yang berbeda di perairan tomia, kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Journal of Aquaculture and Enviroment. 1 (2):

Rismandari, M., Tri, W.A & Ulfah, A. (2017). Karakteristik permen jelly dengan penambahan iota karagenan dari rumput laut (karakteristik permen jelly dengan penambahan iota karagenan dari rumput laut). Jurnal Saintek Perikanan. 17 (2): 103-108. https://doi.org/10.14710/ijfst.12.2.103-108

Risnawati, Kasim, M., & Haslianti (2018). Studi Kualitas Air Kaitannya Dengan Pertumbuhan Rumput Laut K. alvarezii Pada Rakit Apung Di Perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 4 (2) 155:164

Rusli, A., Metusalach, Salengke, & Mulyati, M.T. (2017). Karakterisasi edible film karagenan dengan pemlastis gliserol. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 20(2): 219-229.

Supriyantini, E., Gunawan, W.S & Agus. D. (2017). "Kualitas Ekstrak Karaginan Dari Rumput Laut “Kappaphycus alvarezii” hasil budidaya di Perairan Pantai Kartini Dan Pulau Kemojan Karimunjawa Kabupaten Jepara," Buletin Oseanografi Marina 6 (2): 88-93

Umam, K., & Arisandi, A. (2021). Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma cottonii Pada Jarak Pantai Yang Berbeda Di Desa Aengdake Kabupaten Sumenep. Juvenil, 2 (2) : 115-124.

Downloads

Published

15-04-2024

How to Cite

Sudar, K., Latief, N., Cahyono, I., & Kantun, W. (2024). Analysis of the Relationship Between Carrageenan Content of Seaweed (Kappaphycus alvarezii Doty, 1986) with Water Quality in The Makassar Strait. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 17(1), 34–40. https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i1.2004

Citation Check

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.