Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Representasi Matematis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Kontekstual Berbasis Soft Skills
DOI:
https://doi.org/10.52046/biosainstek.v5i1.736Keywords:
Soft Skills, Pembelajaran Kontekstual, Kemampuan Pemahaman Matematis, Kemampuan Representasi MatematisAbstract
Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman dan representasi matematis siswa, sebagai akibat dari penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis soft skills dan pembelajaran konvensional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP dari tiga SMP di Kota Ternate yang tergolong dalam kategori klaster sekolah tinggi, sedang, dan rendah. Pada masing-masing sekolah dipilih secara acak dua kelas, satu kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran kontekstual berbasis soft skills dan satu kelas lagi sebagai kelas kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan awal matematis, tes kemampuan pemahaman matematis, tes kemampuan representasi matematis, pedoman observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, peningkatan kemampuan pemahaman dan representasi matematis siswa yang memperoleh pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis soft skills lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Peningkatan kemampuan pemahaman dan representasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual berbasis soft skills pada setiap klaster sekolah dan kemampuan awal matematis, lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.
References
Darta. (2004). Pembelajaran Kontekstual dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematik Mahasiswa Calon Guru. Tesis PPS UPI Bandung. Tidak Diterbitkan.
Delos Santos, A.G. & Thomas, M.O.J. (2003). Representational Ability and Understanding of Derivative. The University of Auckland.
Depdiknas (2008). Pembinaan Pendidikan Karakter di sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Depdiknas.
Elfindri, dkk. (2010). Soft Skillss Untuk Pendidik. Baduose Media.
Even, R.,& Tirosh, D.(2002). Teacher Knowledge and Understanding of Students’ Students’Mathematical Learning. In English L.D.(Ed) Handbook of International Research in Mathematics Education (pp 219-240). National Council of Teachers of Mathematics. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.
Festiyed (2010). Pengembangan Soft Skills untuk Meningkatkan Kompetensi Kepribadian. Makalah Seminar Nasional: Padang.
Gagatsis, A. & Elia, I. (2004). The Effect of Different Modes of Representation on Mathematical roblem Solving. In T. Nakahara & M. Koyama. (Eds). Proseeding of the 28thConferenceof the International Group for the Psychology of Mathematics Education. (Vol.3). Hirosima : The Nishiki Print Co.
Goldin, G.A.(2002). Representation in Mathematical Learning and Problem Solving. In. L.D. English (Ed). International Research in Mathematics Education, New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.
Hake, R. (1999). Analizing Change/Gain Scores. [online]. Tersedia: http://www. physics.indiana.edu/-sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf. [7 Februari 2009]
Heruman (2003). Pembelajaran Kontekstual terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas IV SD. Tesis PPS UPI Bandung. Tidak Diterbitkan.
Hwang. et.al (2007). Multiple representation Skillss and Creativity Effects on Mathematical ProblemSolving using a Multimedia Whiteboard System. Journal Educational echnology & Society. 10(2). 191-212.
Johnson, E.B. (2007). Contextual Teaching & Learning. Bandung: Mizan Learning Center (MLC).
Kadir (2010). Penerapan Pembelajaran Kontekstual Berbasis potensi Pesisir sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matemati, Komunikasi Matematik dan Keterampilan sosial Siswa SMP. Disertasi PPS UPI Bandung. Tidak Diterbitkan.
Luitel, , B. C. (2001). Multiple Representation of Mathematical Learning. Tersedia: pdf [18 Desember 2007].
Nanang (2009). Studi Perbandingan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematik pada Kelompok Siswa yang Pembelajarannya Menggunakan Pendekatan Kontekstual dan Metakognitif serta Konvensional. Disertasi PPS UPI Bandung. Tidak Diterbitkan.
National Council of Teachers of Mathematic (1989). Curiculum and Evaluation Student for School Mathematic. Reston, VA:NCTM.
................. (2000). Principles and Standards for Schools Mathematics. Reston. VA.
Neria, D. & Amit, M. (2004). Students Preference of Non-Algebraic Representations in Mathematical Communication. Proceedings of the 28th Conference of the International Group for the Psychology of Mathematical Education, 2004. Vol. 3 pp 409 – 416.
Nurhadi, dkk. (2004). Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: UM Press.
Ratnaningsih, N. (2007). Pengaruh Pembelajaran Kontekstual terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik serta Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas. Disertasi PPS UPI Bandung. Tidak Diterbitkan.
Rauf, S.A. (2004). Pembelajaran Kontekstual dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Koneksi Matematka Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 1 Tolitoli-Sulawesi Tengah. Tesis PPS UPI Bandung. Tidak Diterbitkan.
Sauian, M. S. (2002). Mathematics education: The relevance of “contextual teaching†in developing countries. Proceedings of the 3rd International MES Conference. Copenhagen: Centre for Research in Learning Mathematics, pp. 1-7. [Online]. Tersedia: http://www. mes3.learning.aau.dk/Papers/Sauian.pdf [12 Februari 2009].
Zazkis, R. & Liljedahl, P. (2004). Understanding Prime : The Role of Representation. Journal For Research in Matematics Education.35, 164-185.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2022 In Hi Abdullah, Hasanuddin Usman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ISSN REGISTERED IN : 















