Analysis of the Use of Formalin as a Seafood Preservative by Traders at Mataram City Traditional Market

Authors

  • Asmawati Asmawati Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Ahmadi Ahmadi Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Adi Saputrayadi Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52046/agrikan.v14i2.802

Keywords:

Formalin, Preservative, Seafood, Food Aditive

Abstract

?????????????????

Author Biographies

Asmawati Asmawati, Universitas Muhammadiyah Mataram

Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia

Ahmadi Ahmadi, Universitas Muhammadiyah Mataram

Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia

Adi Saputrayadi, Universitas Muhammadiyah Mataram

Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia

References

Agusandi, Supriadi dan Shanti. 2013. Pengaruh Penambahan Tinta Cumi-Cumi (Logilo sp.) Terhadap Kualitas Nutrisi dan Penerimaan Sensoris Mie Basah. Vol. 2 No. 1 Hal. 16-27.

Arikanto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bumi Aksara. Jakarta.

Asiah N, Cempaka L dan David W. 2018. Panduan Praktis Pendugaan Umur Simpan Produk Pangan. Universitas Bakrie Press. Jakarta.

Astawan, M. 2004. Kandungan Gizi Aneka Makanan. Gramedia. Jakarta.

Badan POM. 2014. Data Penelitian Formalin. Badan POM. Semarang.

Cahyadi, W. 2008. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan Edisi 1 Cetakan 1. Bumi Askara. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. 2008. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) 2007. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.

Harmita. 2010. Deteksi Formalin dan Potensi Enose sebagai Instrument Uji Formalin. UI Press. Jakarta.

Hastuti, S. 2010. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Formaldehid pada Ikan Asin di Madura. Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo. 4 (2) : 132-137.

Heruwati, E.S., 2002. Pengolahan Ikan Secara Tradisional: Prospek dan Peluang Pengembangan, Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Irianto, M. 2006. Ikan Berformalin Berbahaya. Kompasiara. Jakarta.

Kartikaningsih, H. 2008. Pengaruh Papara Berulang Ikan Berformalin Terhadap Kerusakan Hati dan Ginjal Mencit Sebagai Media Pembelajaran Keamanan Pangan. Universitas Negeri Malang. Malang.

Mahdi, C. 2008. Mengenal Bahaya Formalin, Borak dan Pewarna Berbahaya. Laboratorium Biokimia, Jurusan Kimia FMIPA-UB. Malang.

Okuzumi, M dan Fuji, T. 2000. Nutritional and Functional Properties of Squid and Cuttlefish Japan: National Cooperative Association of Squid Processor. Vol. 232 (1-2): 63-86.

Santika, A. 2016. Jurnal Pendidikan Kesehatan Preaksi. Vol. 1 Hal. 89-98.

Saputrayadi, A, Asmawati, Marianah dan Suwati. 2018. Analisis Kandungan Boraks dan Formalin pada Beberapa Pedagang Bakso di Kota Mataram. Jurnal Agrotek Ummat Vol. 5 No. 2 Hal. 107-116.

Saprianto, C. Hidayati, D. 2006. Bahan Tambahan Pangan. Kanisius. Yogyakarta.

Sastrohamidjojo, H. 2011. Kimia Organik Dasar. UGM Press. Yogyakarta.

Teddy. 2007. Pengaruh Konsentrasi Formalin Terhadap Keawetan Bakso dan Cara Pengolahan Bakso Terhadap Residu Formalinnya. Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Bogor.

Downloads

Published

06-10-2021

How to Cite

Asmawati, A., Ahmadi, A., & Saputrayadi, A. (2021). Analysis of the Use of Formalin as a Seafood Preservative by Traders at Mataram City Traditional Market. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 14(2), 367–375. https://doi.org/10.52046/agrikan.v14i2.802

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.