Homeyard Contribution Based on Women Farmer Family Management (KWT) in Rural Areas

Authors

  • Dewa Oka Suparwata Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia
  • Merita Ayu Indrianti Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia
  • Meity M. Mokoginta Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia
  • Yusriyah Atikah Gobel Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia
  • Moh. Muchlis Djibran Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia
  • Zuarni A. Hasan Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52046/agrikan.v15i2.1281

Keywords:

Yard Management, KWT, Family Role, Yard Contribution, Income

Abstract

The decrease in the capacity of the yard is often the result of non-agribusiness-based management and inappropriate selection of commodities. This action weakens the function of the home garden ecosystem which also reduces its benefits as an economic, social and environmental aesthetic support. To grow this contribution, KWT has a vital role in generating yard optimization. This paper is to examine the role of KWT in increasing the contribution of the yard in the rural area. The approach used was a survey, which was conducted in Kayubulan Village from August to October 2018. The research sample consisted of 60 people and was analyzed descriptively including analysis of contribution, role, working hours and income. The results showed that 42.42% of the yard area was utilized for the cultivation of vegetables, fruit and spices. The time spent by women farmers is 23.28 JKSP/month, and the contribution of yard management is 54.61%. Yard management is able to contribute IDR 403,175/month equivalent to 15.28%. This indicates that good management of the yard will be able to increase profits by choosing an adaptive pattern, business potential and based on the family's primary needs.

Author Biographies

Dewa Oka Suparwata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Merita Ayu Indrianti, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Meity M. Mokoginta, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Yusriyah Atikah Gobel, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Moh. Muchlis Djibran, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Zuarni A. Hasan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Program Studi Agribisnis, Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

References

Affandi, M.M. 2009. Pengaruh Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Ketahanan Pangan di Jawa Barat. ITB Central Library. Bandung.

Dwiratna, N. P. S., A. Widyasanti, & D.M. Rahmah. 2016. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan menerapkan konsep kawasan rumah pangan lestari. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 5(1), 19–22.

Firdaus, M., & D. Indarti. 2016. IbM pemanfaatan pekarangan dengan usahatani jahe secara vertikultur. Seminar nasional hasil penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2016. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mandala, halaman 214-218.

Handayani, M. T., & N.W.P. Artini. 2009. Kontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga Pembuat Makanan Olahan Terhadap Total Pendapatan Keluarga. Jurnal Piramida, 5(1). Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Denpasar

Hartono, B., M.B. Hariyono & F. Rochman. 2005. Usaha Ternak Kambing Sebagai Alternatif Sumber Pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja Keluarga: Studi di Desa Tamansari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang Jawa Timur. Jurnal Indonesia Tropic Animal and Agricultural, 31(2). Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang.

Juwita, Y., Suparwoto, & Y. Hutapea. 2015. Peran wanita dalam pemanfaatan pekarangan mendukung upaya ketahanan pangan keluarga di Desa Sukapulih Sumatera Selatan. Prosiding seminar nasional swasembada pangan, Politeknik Negeri Lampung, 29 april 2015, halaman 105-110.

Khomah, I., & R.U. Fajarningsih. 2016. Peningkatan kualitas pangan rumah tangga dengan warung hidup. Jurnal DIANMAS, 5(2), 81-90.

Kriswantoro, H., & F. Wahyudi. 2015. Pola dan intensitas pemanfaatan lahan pekarangan di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Klorofil, X(2), 58-62.

Kurnianingsih, A., Nusyirwan, E.D. Setyati, & Y. Syawal. 2013. Optimalisasi lahan pekarangan dengan budidaya tanaman lidah buaya yang berkhasiat obat di Desa Purna Jaya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Pengabdian Sriwijaya, hlm: 1-4.

Kusmiati, A., & U. Solikhah. 2015. Peningkatan pendapatan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah dengan menggunakan teknik vertikultur. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, 4(2), 94-101.

Lais, H., P.A. Pangemanan, & S.G. Jocom. 2017. Pemanfaatan pekarangan keluarga petani di Desa Para-Lele, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Agri-sosio ekonomi Unsrat, 13(3A), 373-384.

Mardiyanto, A., Q. Pramukanto, & W.Q. Mugnisjah. 2014. Perencanaan lanskap pekarangan dengan sistem pertanian terpadu. Jurnal Lanskap Indonesia, 6(2), 37-47.

Suaedi, Nurhilal, & I. Musindar. 2013. Peran wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan. Jurnal Perbal, 2(3), 61-73.

Sukanata, I.K., D. Budirokhman, & A. Nurmaulana. 2015. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan lahan pekarangan dalam kegiatan kawasan rumah pangan lestari (studi kasus di KWT dewi srikandi Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon). Jurnal Agrijati, 28(1), 1-16.

Suparwata, D.O., & M.M. Djibran. 2018a. transformation of bero ground become potential for agribusiness of dragon fruit. Proceeding of 3rd international conference of transdiciplinary research on environmental problems in southeast asia (TREPSEA 2018).

Suparwata, D.O., & M.M. Djibran. 2018b. Pemanfaatan pekarangan bero untuk usahatani buah naga. Journal of agritech science, 2(2), 73-89.

Suratiyah, K. 2009. Ilmu Usaha Tani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Wicaksono, M. B. (2018). Potensi dan preferensi usaha budidaya buah naga sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat dalam perspektif ekonomi islam (studi di desa lempuyang bandar kecamatan way pengubuan kabupaten lampung tengah). Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Winardi. 2013. Profil pertanian terpadu lahan pekarangan di Kota Padang: tinjauan budidaya pertanian. Jurnal Pertanian Tropik Pasca Sarjana FP USU, 1(1): 21-32.

Yulida, R. 2012. Kontribusi usahatani lahan pekarangan terhadap ekonomi rumah tangga petani di Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Indonesian Journal of Agricultural Economics (IJAE), 3(2): 135-154.

Zainap, N., A. Mursyid, Y. Aziz, & Z.T. Marina. 2012. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan lahan pekarangan di Kelurahan Loktabat Utara Kota Banjarbaru. EnviroScienteae 8(2012), 146-153.

Downloads

Published

10-11-2022

How to Cite

Suparwata, D. O., Ayu Indrianti, M., M. Mokoginta, M., Gobel, Y. A., Djibran, M. M., & A. Hasan, Z. (2022). Homeyard Contribution Based on Women Farmer Family Management (KWT) in Rural Areas. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 15(2), 563–570. https://doi.org/10.52046/agrikan.v15i2.1281

Citation Check

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.