“Saloi” Tradisi Leluhur di Ambang Jemari Renta
DOI:
https://doi.org/10.52046/jssh.v3i2.1796Keywords:
Saloi, kearifan lokal, kepunahanAbstract
Sebagai wilayah kesultanan, Kota Ternate memiliki berbagai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur. Berbagi budaya lokal yang diwariskan ada yang berbentuk benda dan benda tak benda. Budaya tak benda seperti seni budaya hingga hari ini masih terus dipelihara melalui berbagai intrumen dan kelembagaan. Begitu juga berbagai artefak sejarah baik yang bersifat religi maupun lannya dapat ditemukan di sejumlah wilayah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui salah satu peninggalan leluhur yang kini dalam ambang kepunahan yakni kerajinan tangan saloi di kelurahan Foramadiahi. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif ekspolaratif, kepunahan kerajinan saloi di kelurahan Foramadiahi diakibatkan oleh regenasi yang terputus, prilaku pragmatisme dan kurangnnya perhatian pemerintah. Penting kedepan agar kebijakan perlindungan terhadap warisan budaya kerajinan perlu dilakukan baik dalam bentuk pelatihan maupun instrument lainnya yang penting bagi keselamatan budaya tersebut.
References
Ismail, Nawari. 2011. Konflik Umat Beragama dan Budaya Lokal. Bandung: Lubuk Agung. Sulaeman Amri, 2000 Pengetahuan Lokal Suatu Komunitas, Jakarta:Tiga Media Press..
https://travel.okezone.com/read/2015/11/21/406/1253347/dua-tarian-tradisional-bikin-ternate-terkenal
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/16/08/05/obfbxg313-3-peninggalan-kesultanan-ternate
https://phinemo.com/kololi-kie-tradisi-sakral-masyarakat-ternate-untuk-berdamai-dengan-alam/
https://haliyora.com/2020/03/20/tangkal-wabah-corona-sigofi-gam-dan-tawaf-gam-dilakukan-kesultanan-ternate/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2023 Ali Lating, Syarifudin Usman, Aisyah Bafagih, Fathun Tan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ISSN REGISTERED IN : 
















