Analisis Tingkat Kebisingan Mesin Speed Boat Ternate - Sofifi
DOI:
https://doi.org/10.52046/jssh.v2i1.1148Keywords:
: Speed boat, Kebisingan, Ambang BatasAbstract
Aktifitas masyarakat semakin meningkat setelah pemindahan ibukota Provinsi Maluku Uatara dari Ternate ke Sofifi. Warga masyarakat yang akan berurusan dengan Pemerintah Provinsi maupun PNS yang tidak berdomisili di Sofifi, harus menggunakan angutan laut untuk bisa sampai ke Sofifi. Masyarakat dan PNS lebih sering dan lebih banyak memilih menggunakan spidbot untuk menyeberang ke Sofifi atau sebaliknya dari Sofifi ke Ternate dibanding menggunakan Kapal Fery dan Kapal Cepat. Dalam menggunakan spidbot, baik dari Kota Ternate ke Sofifi atau sebaliknya dari Sofifi ke Ternate dengan waktu penyeberangannya mencapai 35 – 40 menit, para penumpang spidbot terpajan kebisingan dari mesin spidbot. Pada tingkat intensitas tertentu kebisingan akan dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia. Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomr KEP.51/MEN/199 memberikan ambang batas pemajanan kebisingan dalam waktu tertentu. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk memastikan tingkat kebisingan yang disebabkan oleh mesin spidbot apakah masih sesuai dengan standar baku mutu yang diatur dalam regulasi atau justru sudah melebihi ambang batas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan observasi dan pengukuran langsung pada titik-titik yang telah ditentukan, kemudian dianalisis untuk menyimpulkan tingkat kebisingan lalu dibandingkan dengan standar baku mutu yang diperbolehkan oleh regulasi. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis, disimpulkan bahwa tingkat kebisingan pada titik 1 sebesar 101,96 dBA dan titik 2 sebesar 97,46 dBA dalam spidbot, telah melebihi ambang batas yang diizinkan, kecuali pada titik 3 yang tingkat kebisingannya sebesar 88,30 dBA masih aman karena masih dibawah ambang batas.
References
Candhika Chandra Christy, 2010, Dampak Faktor Bahaya Kebisingan terhadap Tenaga Kerja di Bagian Unit Power Plant Pusat Pendidikan dan Pelatihan Migas Bumi Cepu, Blora, Jawa Tengah, Laporan Khusus Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta
Ferdinanta g., Dedy,, Huda, Listiani Nurul., dan Ginting, Elisabeth. 2013. Analaisis Tingkat Kebisingan untuk Mereduksi Dosis paparan bising di PT. XYZ. Juranal Teknik Industri FT USU. Vol. 2, No. 1. Mei – 2013 : 1 – 8.
http://e-journal.uajy.ac.id/3383/3/2TS09698.pdf (diakses tanggal 27 Juni 2022)
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Kementrian Lingkungan Hidup. Jakarta
Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 51 Tahun 1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja. Departemen Tenaga Kerja. Jakarta.
Mohtar, M. Kamaruddin, S., Khan, Z. A., dan Malik, Z. 2007. A Study on The Effects of Noise on Industrial Workers in Malaysia. Jurnal Teknologi, 46(A) Jun 2007: 17–30 © Universiti Teknologi Malaysia
Sugiyono. 2007. Statistik Untuk Penelitian. Bandung. Alvabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2022 Sahrani Somadayo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ISSN REGISTERED IN : 
















