Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) pada Orang Dengan HIV/AIDS di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Tahun 2020
DOI:
https://doi.org/10.52046/biosainstek.v3i1.604Keywords:
Pemberdayaan, ODHA, LKS, KDSAbstract
Program penanggulangan AIDS di Indonesia mempunyai 4 pilar, yaitu pencegahan (prevention); Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP); mitigasi dampak berupa dukungan psikososio-ekonomi; serta penciptaan lingkungan yang kondusif (creating enabling environment) (Kemenkes, 2015). Komitmen kuat semua unsur di masyarakat bahwa epidemi HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama pemerintah, non-pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu menekan penyebaran HIV/AIDS. Tujuan : Memberikan dukungan secara psikologis pada teman-teman populasi Kunci dan ODHA melalui Kelompok Dukungan Sebaya/Lembaga Kesejahteraan Sosial Maku Dudara. Metode: dilaksanakan dengan Observasi dan wawancara langsung dengan KDS/LKS Makududara dengan Tahapan yaitu Persiapan, Pengkajian, Perencanaan Alternatif Program, Pemformalisasi Rencana Aksi, Pelaksanaan, Evaluasi. Hasil : Setiap pengurus KDS /LKS Maku Dudara memiliki kemampuan sebagai fasilitator dalam memberikan motivasi kepada sesama teman-teman ODHA bahwa mereka membutuhkan dukungan secara psikologis terhadap kondisi kesehatan saat ini (dengan status HIV). Tahap Pelaksanaan Kegiatan Keikutsertaan teman-teman ODHA terlibat di dalam pengurus KDS/LKS Maku Dudara diharapkan mampu menjalankan program kegiatan yang dapat memberi dukungan kepada teman-teman sesama ODHA. Kerjasama antara pengurus KDS/LKS Maku Dudara bersama teman-teman ODHA dengan fasilitas pelayanan kesehatan selama ini berjalan dengan baik. yaitu : Pendampingan dan Penjangkauan Populasi Kunci dan ODHA, Memfasilitasi Akses Layanan Kesehatan, Bincang Bincang Sehat (BBS), Bakti Sosial, Kunjungan Rumah ODHA, Hari AIDS Sedunia (HAS).
References
Brégigeon-Ronot, S., Cheret, A., Cabié, A., Prazuck, T., Volny-Anne, A., Ali, S., Bottomley, C., Finkielsztejn, L., Philippe, C., & Parienti, J. J. (2017). Evaluating patient preference and satisfaction for human immunodeficiency virus therapy in France. Patient Preference and Adherence, 11, 1159–1169. https://doi.org/10.2147/PPA.S130276.
Djauzi, S. 2010. Masalah dan Tatalaksana HIV di Indonesia. Interna Publishing. Jakarta.
Carroll, L.J. 2007. Sexuality Now : Embracing Diversity edisi 2. Belmont: Thomson Journal Learning Inc-USA.
Gay, Waria dan Lelaki Seks Lelaki (GWL) Muda, 2016. Buku Kesehatan dan Hak Seksual serta Reproduksi GWL Muda. KPAN & UNAIDS, Jakarta. www.gwl-ina.or.id/wp-content/uploads/2016/03/BAB5-HIV-AIDS.pdf.
Kioko, M. T., & Pertet, A. M. (2017). Factors contributing to antiretroviral drug adherence among adults living with HIV or AIDS in a Kenyan rural community. African Journal of Primary Health Care and Family Medicine, 9(1), 1–7. https://doi.org/10.4102/phcfm.v9i1.1343.
Mandal, K.B.,dkk. 2008. Lecture Notes on Infectious Diseases (6th ed.). Journal Manchester: Blackwell Publishing Ltd.
Mukumbang, F. C., Mwale, J. C., & Van Wyk, B. (2017). Conceptualising the Factors Affecting Retention in Care of Patients on Antiretroviral Treatment in Kabwe District, Zambia, Using the Ecological Framework. AIDS Research and Treatment, 2017. https://doi.org/10.1155/2017/7356362.
Mulqueeny, D. M., & Taylor, M. (2017). Patients’ recommendations for a patient-centred public antiretroviral therapy programme in eThekwini, KwaZulu-Natal. Southern African Journal of HIV Medicine, 18(1), 1–7. https://doi.org/10.4102/sajhivmed.v18i1.677.
Nasronudin. 2007. HIV & AIDS Pendekatan Biologi Molekuler, Klinis dan Sosial. Airlangga University Press. Surabaya.
Noviana Nana. 2016. Konsep HIV/AIDS Seksualitas & Kesehatan Reproduksi. CV. Ternas Info Media. Jakarta.
Pariaribo, K. (2015). Beberapa Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kepatuhan Terapi Antiretroviral (Arv) Pada Pasien Hiv/Aids (Studi Kasus Di Rsud Abepura). 1–75.
Seyoum, D., Degryse, J. M., Kifle, Y. G., Taye, A., Tadesse, M., Birlie, B., Banbeta, A., Rosas-Aguirre, A., Duchateau, L., & Speybroeck, N. (2017). Risk factors for mortality among adult HIV/AIDS patients following antiretroviral therapy in southwestern ethiopia: An assessment through survival models. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(3), 1–12. https://doi.org/10.3390/ijerph14030296.
Stien, Gerald J. 2013. AIDS Update 2014. New York : The McGraw-Hill Companie inc.
Stigma, T., Di, M., Watumea, D., Pandelaki, I. D., & Hamel, R. S. (2017). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Hiv-Aids Terhadap Stigma Masyarakat Di Desa Watumea Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa. Jurnal Keperawatan, 5(2), 1–5.
WHO. (n.d.). HIV/AIDS @ www.who.int. https://www.who.int/gho/hiv/en/
WHO, 2017, Global Health Observation (GHO) data HIV/AIDS dariwww.who.int/gho/hiv/en
Widoyono. 2011. Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan & Pemberantasannya Edisi 2. Erlangga. Jakarta.
Yehenew Getachew et all 2017, Risk Factors For Mortality among adult HIV/AIDS Patients Following Antiretroviral Therapy in Southwestern Ethiopia : An Assessment Though Survival Model, International Journal of Environmental Research and Public Health pada ww.proquest.com
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2021 JURNAL BIOSAINSTEK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ISSN REGISTERED IN : 















