Kepadatan Larva Nyamuk Aedes aegipty berdasarkan House Index sebagai Indikator Surveilans Vektor Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan
DOI:
https://doi.org/10.52046/biosainstek.v4i2.1064Keywords:
Keapadatn Larva, house index, Survailans, Kelurahan, TabonaAbstract
Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus Dengue dan penyebarannya selalu melalui gigitan nyamuk Ae. aegipty. Virus Degue dikenal penyebab penting penyakit DBD pada daerah tropis dan subtropis. Pengetahuan terkait tingkat kepadatan larva sangat penting untuk mengurangi tingkat populasi Ae. aegipty. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan Larva Nyamuk Ae. aegipty berdasarkan House Index sebagai Indikator Surveilans vektor Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Bersarkan hasil survei larva pada 100 rumah responden di Kelurahan Tabona diperoleh angka house index (HI) sebesar 65, % yang termasuk kategori density figure (DF)=8, hal ini menunjukkan telah terjadinya nyamuk Ae. aegipty tinggi sehingga penyebaran nyamuk semakin cepat yang akan berpengruh pada terjadinya penularan penyakit DBD.
References
de Almeida Costa, E. A. P., Santos, E., Correia, J. C., Albuquerque, C. (2010). Impact of small variations in temperature and humidity on the reproductive activity and survival of Aedes aegipty (Diptera, Culicidae). Rev. Bras. entomol, 54(3), 488–493.
Denkes Kota Ternate, 2021. Profil Kesehatan Kota Ternate Tahun 2021
Hikmawati I, Huda S. 2021 Peran Nyamuk Sebagai Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Transovarial. Penerbit dan Pencetak: Satria Publisher. p.125
Kemenkes RI 2017. Pedoman survei entomologi demam berdarah dengue dan kunci identifikasi nyamuk Aedes. Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. : Jakarta.2017
Lardo, S., Utami, Y., Yohan, B., Tarigan, SM, Santoso, WD, Nainggolan, L., dan Sasmono, RT 2016. Infeksi bersamaan virus dengue serotipe 2 dan 3 pada pasien dengue berat dari Jakarta, Indonesia. Pac Asia J. Trop. Med. 9(2): 134-140. PMID:26919942
Pham, H., Doam, H., Phan, T., & Minh, N. (2011). Ecological factors associated with dengue fever in a central Highland, Province, Vietnam. BMC Infections Diseases, 16(11), 172.
Sasmono, RT, Wahid, I., Trimarsanto, H., Yohan, B., Wahyuni, S., Hertanto, M., dkk. 2015. Analisis genom dan karakteristik pertumbuhan virus dengue asal Makassar, Indonesia. Menulari. gen. Evolusi 32: 165–177. doi:10.1016/ j.meegid.2015.03.006. PMID:25784569.
Siswanto dan Usnawati. 2019. Epidemiologi Demam Berdarah Dengue. Mulawarman University Press. Samarinda. p-101. ISBN : 978-623-7480-27-3
Suwandono A. 2018. Dengue Update: Menilik Perjalanan Dengue di Jawa Barat/ (ed.)–Jakarta: LIPI Press, XII p 262
Taslim, M., Arsunan, AA, Ishak, H., Nasir, S., dan Usman, AN 2018. Keanekaragaman serotipe virus dengue di daerah endemis Provinsi Sulawesi Selatan. J. Trop. Med. 2018: 9682784. doi:10.1155/2018/9682784.
World Health Organization, 2013. A review of entomological sampling methods and indicators for dengue vektors. 2013. Available from: http://www.who.intl/tdr/publicatiobs/documents/dengue
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2022 Amalan Tomia, Rosmila Tuharea, Monisa A. Hi, Djafar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ISSN REGISTERED IN : 















